Pemerintah AS Bisa "Shutdown" Lagi pada Bulan Depan, Jika...

Kompas.com - 23/01/2018, 09:08 WIB
Sejumlah turis menyaksikan Gedung Capitol yang tengah disiapkan untuk prosesi pelantikan presiden baru AS, Jumat (20/1/2017). Aaron P. Bernstein / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFPSejumlah turis menyaksikan Gedung Capitol yang tengah disiapkan untuk prosesi pelantikan presiden baru AS, Jumat (20/1/2017).
|
EditorVeronika Yasinta


WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Penutupan pemerintahan federal Amerika Serikat terjadi pada Sabtu (20/1/2018) tengah malam.

" Shutdown" tersebut pertama terjadi setelah pemerintah AS pada 2013 ketika Barack Obama menjabat sebagai presiden.

Kongres telah mencapai kesepakatan baru pada Senin (22/1/2018) untuk mengakhiri shutdown.

Namun, pemerintah AS bisa saja tutup lagi apabila Partai Demokrat dan Partai Republik tidak juga mencapai persetujuan terkait anggaran pada Februari mendatang.

Baca juga : Kongres AS Capai Kesepakatan untuk Akhiri Shutdown

Dilansir dari Business Insider, penutupan pemerintahan AS terlama terjadi saat era Bill Clinton, ketika Partai Republik menguasai dua kubu di Kongres, yaitu House of Representative atau DPR dan Senat.

Pemerintah tutup lebih dari tiga pekan yang berlangsung pada 15 Desember 1995 hingga 6 Januari 1996.

Sebelumnya, shutdown saat itu juga terjadi selama lima hari karena anggaran tidak mencapai kesepakatan antara Clinton, Demokrat, dan Republik.

Walaupun sementara dapat pulih kembali, namun dua partai belum juga setuju terkait pendanaan kembali mengalami kebuntuan. Pemerintahan kemudian lumpuh hingga tahun baru.

Baca juga : Senat AS Bakal Adakan Pertemuan untuk Akhiri Shutdown

Kala itu, Clinton bersikeras untuk memperluas belanja di sektor kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan Medicare. Namun, Republik ingin mengurangi belanja pemerintah di tingkat federal.

Kebuntuan pada tahun ini serupa dengan yang terjadi pada era Clinton.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X