Tak Betah Dipenjara, Pangeran Alwaleed Mulai Negosiasi Kebebasannya

Kompas.com - 15/01/2018, 08:50 WIB
Pangeran Alwaleed bin Talal, serta sepuluh pangeran lainnya ditahan pemerintah Arab Saudi. ISHARA S. KODIKARA / AFPPangeran Alwaleed bin Talal, serta sepuluh pangeran lainnya ditahan pemerintah Arab Saudi.
|
EditorVeronika Yasinta

Baru-baru ini, Pemerintah Saudi dikabarkan memindahkan sejumlah pangeran, mantan pejabat, dan pengusaha yang selama ini ditahan di Hotel Ritz-Carlton, Riyadh, Arab Saudi.

Para tahanan elite ini dipindahkan ke penjara Al-Ha'ir yang terletak di selatan kota Riyadh.

Kesepakatan pembayaran

Banyak pangeran yang dilaporkan mencapai kesepakatan finansial untuk penyelesaian kasus sebagai imbalan kebebasan mereka.

Perusahaan raksasa Saudi di bidang konstruksi, Binladin Group, menyatakan, beberapa pemegang sahamnya mungkin mengalihkan sebagian kepemilikannya untuk negara guna menyelesaikan kasus yang sedang dihadapi pemiliknya.

Baca juga: Mengungkap Kekayaan Pangeran Korup Alwaleed bin Talal...

Direktur Utama Binladin Group Bakr Bin Laden dan beberapa anggota keluarganya juga ditahan dalam operasi pemberantasan korupsi yang dilakukan Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman.

Pada akhir November 2017, Pangeran Miteb bin Abdullah, yang pernah dipandang sebagai pesaing penerus takhta, juga dibebaskan setelah mencapai kesepakatan dengan membayar lebih dari 1 miliar dollar AS atau Rp 13,3 triliun.

Dengan pemberantasan korupsi, Pemerintah Saudi ingin mengamankan uang 100 miliar dollar AS untuk membiayai defisit anggaran negara.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X