Karena Rekaman Suara, Seorang Pangeran Saudi Dipecat dan Ditangkap - Kompas.com

Karena Rekaman Suara, Seorang Pangeran Saudi Dipecat dan Ditangkap

Ardi Priyatno Utomo
Kompas.com - 10/01/2018, 19:49 WIB
Pangeran Abdullah bin Saud yang dipecat dan ditahan akibat mengunggah sebuah rekaman mengenai insiden penangkapan 11 pangeran pekan lalu (4/1/2018).The New Khaliji Pangeran Abdullah bin Saud yang dipecat dan ditahan akibat mengunggah sebuah rekaman mengenai insiden penangkapan 11 pangeran pekan lalu (4/1/2018).

RIYADH, KOMPAS.com - Seorang pangeran Arab Saudi dilaporkan dicopot dari jabatannya setelah mengunggah sebuah rekaman suara tentang insiden Kamis pekan lalu (4/1/2018).

Dilansir Al Jazeera Rabu (10/1/2018), Pangeran Abdullah bin Saud awalnya mengunggah sebuah rekaman suara pada Senin (8/1/2018).

Rekaman tersebut berisi kesaksiannya atas peristiwa penangkapan terhadap 11 pangeran di depan Istana Qasr al-Hokm.

Sebelumnya, diberitakan, ke-11 pangeran tersebut melakukan aksi unjuk rasa menentang rencana penghapusan subsidi air dan listrik.

Pengkapan dilakukan oleh satuan elit bernama Brigade Pedang Al Ajrab, yang dibentuk pada 2015 oleh Raja Salman bin Abdulaziz.

Baca juga : Putra Mahkota Saudi Kerahkan Pasukan Elite untuk Tahan 11 Pangeran

Brigade tersebut beranggotakan 5.000 orang dari berbagai matra militer dengan misi untuk menangani kasus yang berkaitan dengan keluarga kerajaan.

Adapun nama Pedang Al Ajrab, atau Pedang Berlumuran Darah, diambil dari pedang Imam Turki bin Abdullah bin Muhammad, seorang Emir Nejd, negara kecil yang eksis pada 1824-1891 sebelum berdirinya Arab Saudi, dan dijuluki Negara Arab Kedua.

Dalam pernyataannya di rekaman itu, Abdullah berinisiatif untuk memberikan kejadian sebenarnya dikarenakan dia berada di tempat kejadian.

Dia menjelaskan, ke-11 pangeran itu sebenarnya hanya mengantar kerabat mereka ke istana ikonik tersebut.

"Kerabat itu dipanggil ke istana karena bakal mendapat pertanyaan seputar pekerjaannya yang dulu," ujar Abdullah.

Kerabat tersebut diperbolehkan masuk ke dalam. Namun, ke-11 pangeran itu ditahan di luar. Mereka berusaha masuk sehingga terjadi kontak fisik dengan penjaga.

Abdullah menerangkan bahwa ke-11 pangeran muda itu merupakan aset terbaik Saudi, sehingga tentu tidak memikirkan hal konyol seperti unjuk rasa.

"Mereka dikenai tuduhan yang tidak logis, dan bohong," kecam Abdullah kembali.

Baca juga : Pangeran Arab Ini Pembeli Lukisan Yesus Termahal Dunia Karya Da Vinci

Akibat pernyataannya di rekaman tersebut, Chairman Otoritas Olahraga Umum Saudi, Turki Al Sheikh, memutuskan mencopot jabatan Abdullah sebagai Presiden Federasi Olahraga Laut.

Abdullah juga ditangkap aparat keamanan dengan tuduhan menyebarkan versi palsu yang bukan bersumber dari negara.

Al Jazeera kemudian memberitakan, Abdullah diletakkan di penjara dengan keamanan tingkat tinggi Ha'ir bersama ke-11 saudaranya. Dia kemudian dipindahkan ke Hotel Ritz Carlton.

Ini bukan pertama kalinya otoritas Saudi melakukan penangkapan terhadap keluarga kerajaan.

Pada 4 November 2017, terjadi penahanan terhadap 11 pangeran dan empat menteri, serta puluhan mantan menteri.

Di antara 11 pangeran yang ditangkap, terdapat nama miliarder Alwaleed bin Talal.

Perintah penahanan tersebut dikeluarkan oleh komite anti-korupsi pimpinan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Jaksa Agung Saudi, Sheikh Saud Al Mojeb memperkirakan, Saudi mengalami kerugian hingga 100 miliar dolar AS, sekitar Rp 1.351 triliun, yang dikorupsi sepanjang beberapa dekade terakhir.

Baca juga : Ditangkap Korupsi, Pangeran Saudi Ini Enggan Serahkan Harta Demi Bebas

PenulisArdi Priyatno Utomo
EditorArdi Priyatno Utomo
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM