Kompas.com - 20/12/2017, 09:20 WIB
|
EditorVeronika Yasinta

RIYADH, KOMPAS.com - Pangeran Arab Saudi, Al Waleed Bin Talal, yang ditangkap atas tuduhan korupsi, menolak penyelesaian kasus dengan menyerahkan harta demi kebebasannya.

Middle East Monitor mengutip Financial Times pada Senin (18/12/2017) melaporkan, Pangeran Al Waleed akan berupaya melawan tuduhan korupsi yang menimpanya. Dia juga telah menyewa pengacara untuk menyelesaikan kasusnya.

Pangeran Al Waleed ditangkap bulan lalu bersama lebih dari 200 orang lainnya, termasuk anggota keluarga kerajaan dan pejabat senior dalam program pembersihan korupsi terbesar dalam sejarah kerajaan Saudi.

Namun, banyak pangeran yang dilaporkan telah mencapai kesepakatan finansial untuk penyelesaian kasus sebagai imbalan untuk kebebasan mereka.

Dengan pemberantasan korupsi, pemerintah Saudi ingin mengamankan uang 100 miliar dolar AS untuk membiayai defisit anggaran negara.

Baca juga : Pembebasan Pangeran Senior Saudi Bernilai Rp 13,5 Triliun?

Laporan lain menyebutkan, seorang bankir yang dekat dengan Al Waleed mengklaim pangeran Arab itu akan melakukan kesepakatan dengan pihak berwenang Saudi untuk menjamin kebebasannya.

Artinya, Al Waleed harus melepaskan sebagian hartanya. Kekayaan Al Waleed telah mengalami penurunan dramatis sejak penangkapannya.

Dengan kekayaannya, Pangeran Al Waleed membantu banyak institusi keuangan dan perbankan selama bertahun-tahun, terutama bank Citigroup asal Amerika Serikat, melalui perusahaan Kingdom Holding Company.

Baca juga : Diduga Korupsi, Kekayaan Pangeran Arab Saudi Merosot Tajam

Financial Times menyebutkan miliaran dolar AS telah hilang dari kantong investor terkenal di Arab Saudi itu. Kekayaan bersih Al Waleed berkurang hingga 2 miliar dolar AS menjadi 16 miliar dolar AS atau Rp 217,2 triliun.

Kingdom Holding Company juga kehilangan hampir seperlima asetnya menjadi 8,5 miliar dolar AS.

Pangeran Alwaleed merupakan cucu dari Ibnu Saud, pendiri Kerajaan Arab Saudi. Ia memulai kerajaan bisnisnya dengan modal 30.000 dolar AS yang didapat dari ayahnya dan 300.000 dollar AS yang didapat dari pinjaman.

Kemudian, pada tahun 2005, kekayaannya mencapai 10 miliar dollar AS. Oleh karena itu, ia diberi julukan "Buffet of Arabia" atau miliuner dari Arab.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.