Mulai 2040, Tak Ada Eksplorasi Migas di Perancis

Kompas.com - 21/12/2017, 15:03 WIB
Presiden Perancis Emmanuel Macron berbicara di depan duta besar negara sahabat di Istana Kepresidenan Elysee, Selasa (29/8/2017) AFP PHOTOPresiden Perancis Emmanuel Macron berbicara di depan duta besar negara sahabat di Istana Kepresidenan Elysee, Selasa (29/8/2017)
|
EditorVeronika Yasinta


PARIS, KOMPAS.com - Pemerintah Perancis akan mulai menghentikan semua pengeboran minyak dan gas bumi pada 2040, setelah parlemen menyetujui rencana Presiden Emmanuel Macron untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.

Dilansir dari The Independent, Rabu (21/12/2017), izin pengeboran minyak dan gas bumi akan berakhir pada 2040, dan mulai saat ini, Perancis tidak akan memberikan izin baru terkait hal tersebut.

Dengan begitu, eksplorasi untuk kegiatan produksi atau mencari minyak dan gas bumi akan menjadi ilegal di seluruh wilayah Perancis.

Perancis menjadi negara pertama di dunia yang menerbitkan undang-undang semacam itu.


Baca juga : 56 Persen Armada Angkatan Udara Perancis Tak Laik Terbang

"Sangat bangga, Perancis menjadi negara pertama di dunia yang kini melarang izin eksplorasi minyak baru dan semua ekstraksi minyak pada 2040," begitu kicauan Macron di Twitter.

Namun, beberapa berpendapat aturan tersebut tidak akan berdampak signifikan, mengingat 99 persen migas yang beredar di Perancis diimpor dari negara lain.

Di sisi lain, kebijakan tersebut menjadi isyarat simbolis untuk mengundang negara lain agar mengadopsi undang-undang serupa.

Baca juga : Putra Mahkota Saudi Dikabarkan Beli Rumah Rp 2,7 Triliun di Perancis

Macron pernah menyampaikan keinginannya supaya Perancis menjadi pemimpin global dalam dalam perang melawan pemanasan global.

Dia berjanji untuk mengisi dana yang ditarik Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada program perubahan iklim PBB.

Pria berusia 39 tahun itu juga berencana untuk melarang penjualan mobil berbahan bakar bensin dan diesel di Perancis pada 2040.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Internasional
Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Internasional
'Ulama' ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

"Ulama" ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

Internasional
AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

Internasional
Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X