Kereta di Perancis Tabrak Bus Sekolah, 4 Murid Tewas

Kompas.com - 15/12/2017, 08:29 WIB
Petugas pemadam kebakaran dan polisi berada di lokasi kecelakaan di Millas, dekat Perpignan, Perancis selatan, pada Kamis (14/12/2017), setelah kereta menabrak bus sekolah. (AFP/Raymond Roig)
Petugas pemadam kebakaran dan polisi berada di lokasi kecelakaan di Millas, dekat Perpignan, Perancis selatan, pada Kamis (14/12/2017), setelah kereta menabrak bus sekolah. (AFP/Raymond Roig)


MILLAS, KOMPAS.com - Setidaknya empat orang anak tewas dan 20 orang lainnya terluka ketika kereta menabrak bus sekolah pada perlintasan kereta di Millas, dekat Perpignan, Perancis, Kamis (14/12/2017).

Dilansir dari AFP, bus yang membawa 20 murid sekolah menengah ditabrak kereta di 18 km dari barat Perpignan, dekat dengan perbatasan Spanyol.

Korban tewas dan 7 yang mengalami luka parah merupakan penumpang bus sekolah.

Radio regional Perancis, Bleu, melaporkan kereta tersebut menabrak bagian belakang bus. Pada gambar yang beredar di media Perancis menunjukkan bus telah terbelah menjadi dua.


Sekitar 95 petugas darurat dengan bantuan empat helikopter berupaya melakukan penyelamatan.

Baca juga : 103 Orang Terluka akibat Kecelakaan Kereta Api di New York

Perdana Menteri Perancis Edouard Philippe terbang ke lokasi kejadian dengan menggunakan helikopter. Dia mengatakan proses identifikasi korban menjadi sangat sulit.

Sekitar 24 orang terjebak dalam kecelakaan itu, termasuk 20 murid yang berusia 13 tahun hingga 17 tahun.

Dia juga  mengkonfirmasi jumlah korban tewas sebanyak empat orang, sementara 11 orang berada dalam kondisi kritis dengan 9 orang di antaranya mengalami luka serius, dan telah dilarikan ke rumah sakit.

"Prioritas saat ini adalah untuk memberikan informasi yang tepat kepada keluarga," katanya.

Baca juga : Perancis Akan Larang Pelajar Pakai Ponsel di Sekolah

Operator jalur kereta api SNCF, berdasarkan keterangan saksi mata, menyebutkan perlintasan kereta api di jalan raya dalam kondisi normal seperti biasanya.

Namun, manajemennya tetap akan melakukan penyelidikan penyebab kecelakaan.

Sementara itu, Presiden Perancis Emmanuel Macron menuliskan kedukaannya terhadap insiden tersebut melalui di akun Twitter.

"Saya berduka untuk korban kecelakaan yang melibatkan bus sekolah. Negara sepenuhnya akan membantu mereka," katanya.

Kecelakaan kereta yang berakibat fatal itu merupakan yang ketiga di Perancis dalam empat tahun terakhir.

Pada 2015, kereta berkecepatan tinggi, TGV, sedang diuji coba di jalur Paris dan kota timur Strasbourg tergelincir setelah mencapai sebuah jembatan dengan kecepatan 243 km/jam. Peristiwa itu menewaskan 11 orang yang berada di dalam kereta.

Pada 2013, tujuh orang tewas saat sebuah kereta komuter menghantam ke arah stasiun di selatan Paris. Kesalahan sinyal diduga menjadi penyebab kecelakaan itu.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorVeronika Yasinta
SumberAFP
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

Internasional
Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Internasional
Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Internasional
AS 'Tendang' Turki dari Program Jet Tempur F-35

AS "Tendang" Turki dari Program Jet Tempur F-35

Internasional
Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Internasional
Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Internasional
Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Close Ads X