Kompas.com - 27/11/2017, 19:55 WIB
|
EditorAgni Vidya Perdana

BEIJING, KOMPAS.com - China menyampaikan ucapan selamat kepada pemimpin baru Zimbabwe, Presiden Emmerson Mnangagwa pada Senin (27/11/2017).

Namun demikian, China juga mengeluarkan pernyataan membantah tudingan banyak pihak yang menyebut negara itu turut berperan dalam proses pengambilalihan kursi kepemimpinan dari Robert Mugabe.

Tudingan adanya peran China dalam proses transisi kepemimpinan itu muncul setelah Kepala Militer Zimbabwe Jenderal Chiwenga terlihat mengunjungi negara itu sebelum terjadi gerakan militer di Harare.

Baca juga: Apakah China Restui Kudeta Militer di Zimbabwe?

Jurubicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang menyebut kunjungan oleh jenderal Zimbabwe adalah untuk hubungan biasa.

"Kunjungan itu sudah lama diagendakan jauh sebelumnya dan sudah mendapat restu dari mantan Presiden Mugabe," kata Geng dikutip AFP.

"China selalu berpegang pada prinsip tidak menginterfensi permasalahan internal negara lain dan itu tidak berubah hingga saat ini," tambahnya.

Beijing juga telah menegaskan tidak berpihak saat terjadinya gerakan militer menekan Mugabe dan menghormati keputusan mantan presiden itu yang mengundurkan diri.

Kementerian Luar Negeri China bahkan menyebut Mugabe masih menjadi teman baik negara China.

"Kami ucapkan selamat kepada Presiden Mnangagwa atas pelantikannya," kata Geng.

"Kami mendukung langkah yang diambil Zimbabwe untuk memulihkan kondisi nasionalnya dan kami percaya di bawah kepemimpinan Mnangagwa pembangunan nasional Zimbabwe akan berlanjut.

China memang sejak lama menjadi sekutu Mugabe dan juga menjalin kerja sama perdagangan dengan Zimbabwe.

Terlebih setelah negara barat menjauhi Mugabe atas kejahatan kemanusiaan.

Baca juga: Emmerson Mnangagwa Disumpah Jadi Presiden Zimbabwe Jumat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.