Korban Meninggal Virus Corona di China Per 21 Februari 2020 Capai 2.233 Orang

Kompas.com - 21/02/2020, 08:20 WIB
Para penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang dinyatakan tidak negatif virus corona keluar setelah menjalani karantina, di Terminal Daikoku Pier Cruise di Yokohama, Jepang, Rabu (19/2/2020). Setidaknya 500 penumpang diizinkan keluar setelah dikarantina selama 14 hari, menyusul kabar terdapat 542 penularan positif corona di dalam kapal tersebut. AFP/CHARLY TRIBALLEAUPara penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang dinyatakan tidak negatif virus corona keluar setelah menjalani karantina, di Terminal Daikoku Pier Cruise di Yokohama, Jepang, Rabu (19/2/2020). Setidaknya 500 penumpang diizinkan keluar setelah dikarantina selama 14 hari, menyusul kabar terdapat 542 penularan positif corona di dalam kapal tersebut.

BEIJING, KOMPAS.com - Korban meninggal akibat virus corona di China mencapai 2.233 orang setelah dilaporkan muncul 115 kasus kematian baru.

Dalam laporan harian, 115 kasus itu dilaporkan oleh Provinsi Hubei, di mana sebagian besar korban berlokasi di ibu kota, Wuhan.

Sekitar 75.000 orang terinfeksi virus corona di China, dengan patogen bernama resmi Covid-19 itu menjangkiti ratusan lainnya di 25 negara.

Baca juga: Korea Selatan Laporkan Kasus Kematian Pertama karena Virus Corona

Dilansir AFP Jumat (21/2/2020), jumlah itu muncul setelah Komisi Kesehatan Hubei melaporkan adanya 411 kasus penularan baru.

Sebanyak 319 di antaranya terjadi Wuhan, dan sisanya tersebar di kota wilayah Hubei, di samping korban meninggal yang mencapai 2.233 orang.

Pada Kamis (20/2/2020), Beijing sekali lagi mengumumkan mengubah metode pendataan pasien, di mana mereka hanya memasukkan hasil resmi laboratorium.

Ini adalah revisi kedua yang dilakukan dalam delapan hari terakhir, di mana langkah itu tak hanya berpotensi mengacaukan statistik.

Namun juga mempersulit upaya otoritas kesehatan dalam melacak kecepatan penyebaran virus yang pertama kali dilaporkan pada Desember 2019 itu.

Pekan lalu, Negeri "Panda" menuturkan pasien yang sudah menjalani pemeriksaan klinis, ditambah hasil pemindaian paru-paru, dimasukkan ke dalam kasus positif.

Hasilnya, pada 13 Februari lalu terjadi lonjakan yang sangat signifikan di mana muncul 14.840 kasus infeksi baru hanya dalam satu hari.

China beralasan, perubahan itu terjadi setelah banyak pasien kondisinya memburuk dan butuh perawatan segera, di sela menunggu tes asam nukleat.

Adapun pemerintah pusat biasanya merilis angka resmi nasional beberapa jam setelah otoritas Hubei sudah menggulirkan data mereka.

Baca juga: Saat China Buka Konsultasi Online untuk Redakan Kecemasan Pasien Virus Corona...

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X