Pembuluh Darah Terpidana Sulit Ditemukan, Eksekusi Suntik Mati Ditunda

Kompas.com - 16/11/2017, 11:12 WIB
Alva Campbell (69) terpidana mati kasus pembunuhan di Ohio. nbcnews.comAlva Campbell (69) terpidana mati kasus pembunuhan di Ohio.
|
EditorAgni Vidya Perdana

COLUMBUS, KOMPAS.com — Eksekusi seorang terpidana mati di Negara Bagian Ohio, Amerika Serikat, terpaksa ditunda.

Alva Campbell (69) dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Negara Bagian Ohio atas kasus pembunuhan.

Eksekusi dengan suntik mati dijadwalkan dilaksanakan Rabu (15/11/2017), tetapi gagal setelah petugas tak dapat menemukan pembuluh darah yang bisa dipakai untuk pemberian suntikan mematikan.

Baca juga: Di Tengah Protes, Jepang Gelar Eksekusi Mati 2 Napi Kasus Pembunuhan

Diberitakan media lokal yang hadir saat eksekusi, petugas telah beberapa kali mencoba mencari pembuluh darah terpidana selama hampir dua jam.

Petugas lantas memutuskan membatalkan eksekusi pada hari itu dan akan menjadwalkan ulang.

Kuasa hukum terpidana berupaya meyakinkan jika kliennya sudah terlalu tua dan sakit-sakitan untuk menjalani eksekusi.

Mereka mengklaim terpidana memiliki kanker paru-paru yang membuatnya kesulitan bernapas tanpa alat bantu. Juga kondisi pembuluh darahnya yang tidak memungkinkan.

Namun, Mahkamah Agung AS menolak permohonan penangguhan dan tetap melanjutkan eksekusi.

Kelompok hak asasi manusia di Ohio mengecam tindakan eksekusi yang batal terlaksana itu dan menyebutnya sebagai sebuah kesalahan oleh pejabat negara.

"Ini bukan keadilan dan tidak manusiawi. Tubuh Campbell ditusuk-tusuk selama hampir dua jam," kata Mike Brickner dari Persatuan Hak Sipil Amerika.

Alva Campbell pertama kali didakwa membunuh pada 1972 dan telah mendekam di penjara 20 tahun sebelum dibebaskan.

Pada 1997, dia kembali diadili atas tindakan perampokan. Namun, saat persidangan, dia berusaha melarikan diri dengan merampas pistol polisi.

Campbell lantas merampas mobil dan menyandera seorang remaja 18 tahun kemudian menembaknya dua kali di bagian kepala.

Baca juga: Catat Rekor, Arab Saudi Gelar 6 Eksekusi Mati dalam Sehari



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X