Militan ISIS Terakhir Tinggalkan Raqqa, 400 Warga Dibawa Jadi Perisai

Kompas.com - 15/10/2017, 14:06 WIB
Asap mengepul di dekat stadion di kota Raqqa, Suriah utara, di mana pasukan ISIS bersembunyi setelah serangan udara kolaisi AS menghancurkan kawasan itu pada Kamis (12/10/2017) Reuters via Egypt TodayAsap mengepul di dekat stadion di kota Raqqa, Suriah utara, di mana pasukan ISIS bersembunyi setelah serangan udara kolaisi AS menghancurkan kawasan itu pada Kamis (12/10/2017)
EditorPascal S Bin Saju

RAQQA, KOMPAS.com - Rombongan terakhir militan Negara Islam di Irak dan Suriah ( ISIS) mulai meninggalkan Raqqa, Sabtu (14/10/2017) malam, setelah ibu kota “ kekhalifahan” mereka dikuasai milisi dukungan Amerika Serikat ( AS).

Namun demikian, militan ISIS menyandera 400 warga sipil dan dibawa pergi untuk dijadikan perisai hidup yang bisa melindungi mereka dari kemungkinan serangan terhadap militan.

Kota Raqqa di Suriah utara jatuh ke tangan ISIS tiga tahun lalu, tak lama setelah pemimpin kelompok itu, Abu Bakr al-Baghdadi, mengumumkan kekhalifahannya di Mosul, Irak.

Dalam sebuah penarikan pasukan ISIS, yang disepakati dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF), milisi Suriah dukungan AS yang mengepung mereka, militan ISIS harus sudah mulai meninggalkan Raqqa pada Sabtu malam.


Para pejabat memberikan laporan yang bertentangan mengenai apakah pejuang asing juga akan meninggalkan kota itu, setelah SDF berjuang mengusir ISIS dari Raqqa sejak Juni 2017.

Baca: Begini Sulitnya Merebut "Jantung Kekhalifahan" ISIS di Raqqa

Juru bicara SDF, Talal Silo, mengatakan, setiap militan yang tidak menandatangani kesepakatan yang memungkinkan mereka meninggalkan Raqqa harus siap "untuk menyerah atau mati".

Omar Alloush, anggota Dewan Sipil Raqqa, mengatakan, evakuasi akan mencakup para militan asing. Dia mengatakan, evakuasi berlangsung pada Sabtu malam hingga Minggu (15/10/2017).

Para jihadis menggiring serta sekitar 400 warga sipil sebagai perisai manusia, kata Alloush.

Pertahanan terakhir ISIS di Raqqa tinggal kenangan dan akan menjadi tonggak sejarah dalam upaya mengembalikan kembali "kekhalifahan" teokratis versi ISIS yang diumumkan pada tahun 2014 di masjid Al Nuri, Mosul itu.

Baca: Tembus Pertahanan ISIS, Pemberontak Suriah Masuk ke Kota Raqqa

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Internasional
Erdogan Ancam Bakal 'Hancurkan Kepala' Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Erdogan Ancam Bakal "Hancurkan Kepala" Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Internasional
ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

Internasional
Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Internasional
Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Internasional
Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Internasional
Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Internasional
Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sydney selama 19 Jam

Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sydney selama 19 Jam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X