Kompas.com - 08/09/2017, 11:17 WIB
Foto yang diambil pada tanggal 16 Agustus 2017 ini menunjukkan seorang karyawan mengambil gulungan film untuk didigitalkan di departemen Film Afghanistan yang dikelola negara di Kabul. AFP/ SHAH MARAIFoto yang diambil pada tanggal 16 Agustus 2017 ini menunjukkan seorang karyawan mengambil gulungan film untuk didigitalkan di departemen Film Afghanistan yang dikelola negara di Kabul.
EditorGlori K. Wadrianto

KABUL, KOMPAS.com - Ketika Pemeritah Taliban hendak menghancurkan semua produk film yang diproduksi oleg perusahaan film Afganistan pada pertengahan era 1990-an, Habibullah Ali mempertaruhkan segalanya untuk menyelamatkan itu.

Ali menyembunyikan ribuan gulungan rekaman yang menampilkan sejarah budaya Afganistan.

Dia melakukan itu dengan sadar, bahwa jika Taliban mengetahui perbuatan itu, nyawa Ali menjadi taruhannya. 

"Kami tidak berharap untuk meninggalkan rumah kami hari itu dalam keadaan hidup," kata Ali kepada AFP.

Selama wawancara, Ali mendekap sebuah rel film yang selama ini dia simpan dan selamatkan.

"Jika mereka tahu kami telah menyembunyikan film, mereka akan membunuh kami."

Pemerintah Taliban ultra konservatif - melarang hiburan populer, termasuk bioskop dan musik, selama mereka berkuasa 1996-2001, sempat membakar beberapa gulungan film.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun mereka gagal menemukan sekitar 7.000 film berharga yang dikumpulkan Ali dan rekan-rekannya di berbagai tempat di Kabul.

Dua dekade kemudian, gulungan yang mencakup film-film lama dan gambar dokumenter Afganistan sebelum dilanda kekerasan, tersedia untuk ditonton lagi setelah melalui proses digitalisasi.

Kini, proyek sepanjang tahun akan menghidupkan kembali film-film Afganistan yang sangat populer, berpusat pada tema cinta dan bukan perang.

Film-film itu pun hendak mengenalkan kepada orang muda Afganistan tentang sisi lain negara tersebut, yang tak sempat dia kenal. 

"Kami sangat takut, tapi dengan anugerah Tuhan kami dapat menyelamatkan film dan sekarang kami memiliki saksi budaya ini," kata Ali.

Ali yang kini berusia 60 tahun, telah bekerja di Lembaga Film Afganistan selama 36 tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.