Kompas.com - 30/04/2017, 21:00 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

KOMPAS.com - Masa 100 hari pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sudah dilewati.

Lantas, apa saja yang telah dilakukan Presiden berusia 70 tahun ini sepanjang 100 hari menduduki jabatan di Gedung Putih? 

Tercatat, setidaknya ada empat kategori penting yang dapat dikaitkan dengan performa Presiden Trump selama itu.

Hal itu adalah soal Kesehatan, Ekonomi, Imigrasi, dan Kebijakan Luar Negeri

1. Kesehatan

Janji terbesar kampanye Presiden Trump adalah mencabut Undang-Undang Kesehatan AS (Obamacare) peninggalan pendahulunya, Barack Obama.

Trump berkali-kali menyebut Obamacare sebagai bencana bagi warga AS.

Namun ironisnya, walau partainya Partai Republik menguasai Senat dan DPR, Obamacare rupanya gagal dicabut.

Padahal, Partai Republik saja telah berkampanye selama enam tahun untuk mencabut Obamacare.

Pemungutan suara untuk mencabut UU bersangkutan dan menggantinya dengan American Health Care Act urung dilaksanakan akhir Maret lalu.

Tidak adanya kesepakatan antara anggota DPR Republiken berhaluan ultra-konservatif dan moderat mengenai klausa-klausa mana yang akan dipertahankan dan dihilangkan.

Kebuntuan itulah yang kemudian bermuara pada kegagalan.

Anggota berhaluan ultra-konservatif yang menamakan dirinya Freedom Caucus menilai RUU versi baru hanyalah reinkarnasi dari Obamacare.

Sementara, kubu moderat khawatir jutaan konstituennya berpotensi kehilangan asuransi mereka jika RUU yang terlalu konservatif diloloskan.

Presiden Trump sebelulmnya  telah meluncurkan versi baru, yang rencananya akan diputuskan DPR bulan depan.

Namun silang sengketa antara sesama Republiken di DPR masih membayang-bayangi.

2. Ekonomi

Faktor utama kemenangan mengejutkan Trump adalah janjinya untuk membawa pulang kembali pekerjaan di bidang manufaktur yang membuat pemilih pekerja berkerah biru di daerah RustBelt memilihnya, dibanding Hillary Clinton.

Selain itu, Trump juga berjanji akan menarik AS dari sejumlah perjanjian perdagangan yang merugikan.

Tidak ketinggalan, dia juga berjanji akan melancarkan pembangunan infrastruktur besar-besaran.

Sejauh ini belum ada langkah konkrit dari janji-janji itu. Yang paling nyata adalah mundurnya AS dari perjanjian dagang Trans-Pacific (TPP), yang dilakukan Trump di hari pertama dia menjabat.

Sementara itu untuk infrastruktur, Trump tidak kunjung meluncurkan paket RUU infrastruktur yang telah dijanjikannya.

Trump hanya berjanji akan segera mengirimnya ke DPR setelah RUU Pajak selesai dibahas.

Yang paling mengagetkan tentunya RAPBN yang dikirimnya ke DPR malahan menghapus sejumlah program bagi warga dari daerah pinggiran atau pertanian.

Padahal, suara kelompok inilah yang telah mengirim Trump ke Gedung Putih.

Sehingga, terlihat Trump belum memerintah dengan gaya populisme ekonomi yang dijanjikannya.

Juga, belum ada tanda-tanda pekerjaan di sektor manufaktur akan kembali ke AS.

3. Imigrasi

Janji-janji Trump untuk mengambil tindakan keras di bidang imigrasi adalah salah satu janji kampanyenya yang paling terkenal.

Presiden Trump bisa dikatakan telah berusaha memenuhi janjinya walau mendapat sejumlah halangan.

Dalam waktu sepekan setelah menjabat dia mengeluarkan perintah eksekutif untuk melarang warga dari negara-negara mayoritas pemeluk Islam memasuki AS.

Namun larangan itu dibekukan oleh Pengadilan Tinggi AS yang memaksa Trump memodifikasi perintah eksekutif yang keabsahannya akan diputuskan bulan depan.

Trump juga memerintahkan pengetatan penjagaan perbatasan AS dan deportasi terhadap imigran ilegal.

Salah satu janji terbesarnya adalah membangun tembok antara AS dan Meksiko, namun sejauh ini rencana pendanaan tembok ini mendapat halangan dari DPR yang menolak memasukannya ke RAPBN.

Meksiko juga menegaskan tidak akan membayar satu sen pun untuk tembok ini.

4. Kebijakan Luar Negeri

Presiden Trump mengimplementasikan sejumlah janji kampanyenya di bidang luar negeri seperti memerintahkan pengeboman terhadap kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Dia juga meminta sejumlah negara sekutu AS di Eropa untuk lebih banyak mengeluarkan anggaran untuk pertahanan.

Trump pun membela Israel dengan sekuat tenaga, dan tidak ketinggalan bersikap keras terhadap ambisi nuklir Korea Utara.

Namun ada juga sejumlah janji yang dilanggar Trump.

Trump berjanji akan langsung melabel China sebagai manipulator mata uang di hari pertama dia menjabat.

Namun hal itu urung dilakukan, setelah pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping.

Dia juga berjanji akan membangun hubungan yang lebih mesra dengan Rusia. Siapa yang tidak lupa terhadap pujian-pujian Trump terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin sepanjang masa kampanye?

Kenyataan berbicara lain, hubungan kedua negara justru memburuk dan Trump berkali-kali mengkritik kebijakan Rusia terutama dalam konflik Suriah.

 

Baca: Tanggal-tanggal Bersejarah dalam 100 Hari Kepresidenan Trump

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.