Hari Ini dalam Sejarah: 125.000 Warga Kuba Mengungsi ke AS

Kompas.com - 20/04/2017, 16:42 WIB
Wikipedia Para pengungsi Kuba ini menyeberang ke Amerika Serikat dengan menggunakan kapal-kapal yang penuh sesak.

KOMPAS.com - Pada 20 April 1980, rezim Presiden Fidel Castro mengabulkan keinginan warganya yang ingin beremigrasi ke Amerika Serikat.

Warga Kuba yang ingin pindah ini diantarkan ke Amerika Serikat dengan menggunakan kapal dari pelabuhan Mariel di sisi barat kota Havana.

Gelombang pertama sebanyak 125.000 pengungsi Kuba tiba di Florida, AS pada 21 April 1980.

Izin emigrasi itu diberikan akibat kurangnya perumahan dan lapangan kerja akibat perekonomian Kuba yang memburuk dan memicu ketegangan di negeri pulau itu.


Baca: Fidel Castro Meninggal pada Usia 90 Tahun

Pada 1 April 1980, Hector Sanyustiz dan empat orang rekannya menabrakkan sebuah bus ke pagar kedutaan Peru untuk meminta suaka politik.

Saat itu, pasukan Kuba yang menjaga kedutaan melepaskan tembakan, yang dibalas oleh kelima pemuda itu. Akibatnya seorang tentara tewas.

Pemerintah Kuba mendesak agar Peru menyerahkan kelima pria itu untuk diadili terkait kematian tentara tersebut.

Namun, pemerintah Peru menolak dan Castro menarik pengamanan untuk kedutaan Peru tepat di hari Jumat Agung pada 4 April 1980.

Namun, di hari Paskah, sekitar 10.000 warga Kuba memadati halaman kedutaan besar Kuba dan seluruhnya meminta suaka politik.

Hal serupa terjadi di kedutaan besar Spanyol dan Kosta Rika yang setuju menerima beberapa warga Kuba yang meminta suaka.

Baca: Kuba Peringati 60 Tahun Revolusi Komunis

Tiba-tiba dua pekan kemudian, Castro mengumumkan, pelabuhan Mariel terbuka bagi siapa saja yang ingin meninggalkan Kuba selama ada yang akan menjemput mereka.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorErvan Hardoko
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

DPR AS Tolak Usulan Pemakzulan Presiden Donald Trump

Internasional
Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Cuaca Buruk, Pesawat Penumpang di India Nyaris Kehabisan Bahan Bakar

Internasional
Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Kebakaran Studio Animasi di Jepang, Diduga Disengaja

Internasional
AS 'Tendang' Turki dari Program Jet Tempur F-35

AS "Tendang" Turki dari Program Jet Tempur F-35

Internasional
Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Bocah Usia 8 Tahun Tulis Surat Terbuka agar McDonald's Hapus Hadiah Mainan Happy Meal

Internasional
Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Sebut Penumpang Lain Teroris, 2 Perempuan Diturunkan Paksa dari Pesawat

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Hari Ini dalam Sejarah: Marie dan Pierre Curie Temukan Polonium

Internasional
Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Close Ads X