Kompas.com - 07/02/2017, 17:13 WIB
Ratusan ribu demonstran memadati Washington DC dalam demonstrasi ANDREW CABALLERO-REYNOLDS (AFP/Getty Images)Ratusan ribu demonstran memadati Washington DC dalam demonstrasi
EditorErvan Hardoko

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Penyelenggara aksi Women March kini tengah menyiapkan aksi yang lebih besar untuk menentang Presiden AS Donald Trump.

Setelah sukses memadati jalanan kota-kota di AS dan beberapa kota besar dunia, mereka kini ingin melihat apakah AS bisa bertahan jika para pekerja perempuan mogok kerja selama satu hari.

Rencana besar ini nantinya akan disebut "a day without women" alias sehari tanpa perempuan.

"Kekuatan rakyat akan bertahan," demikian Women March lewat kicauannya pada Senin (6/2/2017) pagi.

Tanggal pelaksanaan aksi ini belum ditentukan, tetapi banyak kalangan sudah menyambut rencana ini dengan sangat antusias.

Rencana pemogokan perempuan ini diilhami aksi serupa yang dilakukan di Islandia pada 1970-an.

Saat itu, 90 persen perempuan Islandia menolak untuk memasak, membereskan rumah, menjaga anak, atau berangkat bekerja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akibatnya, para pria Islandia kelabakan. Saat jam makan, hampir semua rumah makan kehabisan persediaan.

Bahkan, banyak pria yang harus membayar anak-anak mereka yang lebih tua untuk menjaga adik-adik mereka.

Selain itu, berbagai sekolah, toko, tempat penitipan anak, perusahaan ikan, dan lembaga lain harus menghentikan atau mengurangi operasinya.

Banyak yang mengatakan, aksi perempuan Islandia itu berujung pada terpilihnya Vigdis Finnbigadottir, perempuan pertama di dunia yang terpilih secara demokratis menjadi presiden.

Sejauh ini, pada masa pemerintahan Donald Trump yang belum berusia satu bulan, sudah terjadi dua kali pemogokan.

Pemogokan pertama dilakukan aliansi pekerja taksi di New York yang menentang kebijakan larangan perjalanan yang diterapkan Trump.

Kemudian, pemogokan selanjutnya dilakukan komunitas keturunan Yaman yang menutup toko-toko makanan mereka dan menggelar protes di Brooklyn, New York.




Sumber Telegraph
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.