"Pengungsi Bukan Ancaman untuk Keamanan Nasional AS"

Kompas.com - 30/01/2017, 10:03 WIB
Seorang warga, Judy Lewis dari San Juan Capastrano, California memegang tulisan di depan Bandara Internasional Los Angeles, untuk menentang kebijakan anti imigran Presiden Donald Trump.  Konrad Fiedler / AFPSeorang warga, Judy Lewis dari San Juan Capastrano, California memegang tulisan di depan Bandara Internasional Los Angeles, untuk menentang kebijakan anti imigran Presiden Donald Trump.
EditorGlori K. Wadrianto

KOMPAS.com - Badan PBB untuk masalah pengungsi, UNHCR mengatakan, keberadaan pengungsi bukan merupakan ancaman bagi keamanan nasional Amerika Serikat.

UNHCR dan badan-badan PBB dan pendukung hak asasi manusia lainnya mendesak AS untuk mempertimbangkan kembali larangan imigrasi tersebut.

Sebab, tidak ada alasan bagi Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa pengungsi mengancam keamanan nasional, sehingga harus dilarang masuk ke AS.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Jumat lalu, Presiden Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif yang membatasi masuknya warga dari tujuh negara mayoritas Muslim ke Amerika, selama 90 hari kedepan.

Kebijakan baru ini juga menangguhkan semua pemukiman pengungsi ke AS selama 120 hari, dan larangan tanpa batas waktu bagi para pengungsi Suriah.

Jurubicara UNHCR, Vannina Maestracci menolak pernyataan bahwa pengungsi Suriah adalah teroris.

Dia mengatakan, pengungsi adalah korban teroris dan orang-orang yang diusulkan untuk dimukimkan di AS adalah mereka yang paling rentan di dunia.

Mereka termasuk wanita dan anak-anak, orang cacat, dan yang membutuhkan perawatan medis serius.

Dia mengatakan kepada VOA, pengungsi menjalani proses penyaringan yang sangat ketat, sebelum mereka diperbolehkan masuk ke AS untuk dimukimkan.

"Saya pikir, pengungsi yang datang ke AS untuk dimukimkan adalah orang-orang yang telah diperiksa paling teliti," ujar dia.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X