Peru dan Kolombia "Bersatu" dengan Meksiko Hadapi Ancaman Trump

Kompas.com - 28/01/2017, 14:49 WIB
Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto. Ronaldo SCHEMIDT / AFP Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto.
EditorGlori K. Wadrianto

LIMA, KOMPAS.com - Peru dan Kolombia berjanji untuk berdiri satu barisan dengan Meksiko dalam menghadapi masa depan kondisi perekonomian yang tak menentu, menyusul kebijakan Pemerintahan Donald Trump.

Presiden Peru Pedro Pablo Kuczynski menegaskan, negara-negara anggota blok perdagangan Amerika latin harus berusaha dua kali lebih kuat dalam membuka pasar.

Upaya tak kalah besar pun harus dicurahkan untuk memperkuat hubungan antarnegara.

Hal itu, kata Kuczynski, penting untuk menghadapi pergolakan menyusul retorika proteksionis yang belakangan muncul.

Sebelumnya diberitakan, AS menerapkan pajak agresif sebesar 20 persen untuk semua produk Meksiko yang diekspor ke Amerika Serikat.

Kebijakan ini diambil menyusul sebagai ganti dari penolakan Meksiko membayar biasa pembangunan tembok pembatas antara kedua negara.

Baca: Semua Ekspor Meksiko ke AS Akan Dikenai Pajak 20 Persen

Peru, Kolombia, Cili, dan Meksiko membentuk Aliansi Pasifik sejak tahun 2011. Lembaga ini dibangun untuk menghilangkan kendala perdagangan dan mengarahkan pasar mereka ke wilayah Asia-Pasifik yang tumbuh cepat.

"Saat ini, satu dari kami mengalami kesulitan yang serius yang bukan disebabkan oleh mereka," ungkap Kuczynski mengacu kepada Meksiko.

"Kita harus berdiri bersama untuk mencapai tujuan kita, dalam perdagangan dunia yang selama ini telah kita lakukan dengan sangat baik," kata dia. 

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X