Kompas.com - 31/08/2016, 11:52 WIB
Gedung Parlemen Uni Eropa di Strasbourg. AFP/GettyGedung Parlemen Uni Eropa di Strasbourg.
EditorPascal S Bin Saju

BRUSSELS, KOMPAS.com - Birokrat Uni Eropa mengatakan, Turki takkan pernah dibiarkan bergabung dengan blok negara-negara Barat itu selama Presiden Recep Tayyip Erdogan berkuasa.

Media Inggris, Daily Express, Rabu (31/8/2016), memberitakan bahwa Komisioner UE dari Jerman Guenther Oettinger tidak mengabaikan kemungkinan Turki menjadi anggota UE di masa depan.

Oettinger menyebutkan, "Hal itu mungkin menjadi sebuah isu untuk periode setelah Erdogan”.

Turki telah memulai perundingan untuk bergabung ke UE sejak 2005, namun perundingan tidak pernah mengalami kemajuan selama 11 tahun ini.

"Mengingat kondisi saat ini, usaha untuk bergabung tidak realistis hingga memasuki satu dekade yang akan datang,” kata Oettinger.

Wakil Kanselor Jerman, Sigmar Gabriel, juga sependapat dengan Oettinger.

Gabriel mengatakan, ia tidak berpikir akan menyaksikan Turki bergabung dengan blok UE selama karier politiknya.

Bahkan Gabriel menambahkan, sekalipun Ankara memenuhi semua persyaratan untuk masuk UE besok, Brussels takkan berada dalam posisi untuk memungkinkan Turki bergabung.

Kesepakatan soal migran antara UE-Turki pada Maret 2016 telah menghidupkan kembali kemungkinan bahwa bagi Turki untuk dapat bergabung dengan blok itu.

Setiap migran yang kedapatan masuk secara ilegal ke UE akan dikirim kembali ke Turki sebagai bagian kesepakatan – dan Turki menerima 5,1 miliar euro atau Rp 75,6 triliun dari Brussels.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.