Kompas.com - 04/08/2016, 06:06 WIB
EditorErvan Hardoko

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Calon presiden AS dari Partai Republik Donald Trump berupaya untuk mengalihkan perhatian dari kekacauan kampanyenya dengan kembali menyerang rivalnya, Hillary Clinton.

Kali ini, dalam kampanye di Daytona Beach, Florida, Trump menyebut calon presiden dari Partai Demokrat itu sebagai "pendiri" Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Di Floridan, salah satu negara bagian mengambang yang akan menentukan nasib seorang kandidat menuju Gedung Putih, Trump nampaknya mengikuti nasihat beberapa politisi partainya untuk khusus menyerang Hillary dalam kampanye ini.

Trump menyebut deretan kekacauan di beberapa tempat di Timur Tengah dan Libya. Dia menyebut peran Hillary sebagai menteri luar negeri di masa jabatan Barack Obama yang pertama, penuh dengan kesalahan.

Salah satu kesalahan fatal Hillary, menurut Trump adalah kebangkitan ISIS di Irak dan Suriah.

"Pelakunya adalah Hillary Clinton. Dia seharusnya mendapatkan penghargaan dari ISIS sebagai pendiri organisasi itu," ujar Trump hanya beberapa hari setelah menyebut Hillary sebagai setan dalam sebuah wawancara televisi.

Selain menyerang Hillary, pengusaha asal New York ini juga mengecam pemerintahan Barack Obama.

"Kita memiliki seorang presiden yang sangat inkompeten. Kita sudah dipermalukan Presiden Obama dengan kebijakan-kebijakannya," tambah Trump.

Trump kemudian menyebut salah satu kebijakan salah pemerintahan Obama adalah di Libya. Dan, untuk masalah ini Trump kembali menyerang Hillary.

"Libya! Lihatlah kekacauan di sana dan itu karena (Hillary) Clinton memberi nasihat kepada Obama," lanjut Trump.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.