Kompas.com - 03/08/2016, 05:53 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memutuskan untuk menerapkan kondisi darurat selama tiga bulan di negeri itu. ADEM ALTAN / AFP Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memutuskan untuk menerapkan kondisi darurat selama tiga bulan di negeri itu.
EditorErvan Hardoko

ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Selasa (2/8/2016), menyebut negara-negara Barat mendukung upaya kudeta militer yang gagal pada 15 Juli lalu.

Erdogan, yang menuding ulama Fethullah Gulen sebagai otak kudeta itu, juga menyebut skenario untuk merancang kudeta tersebut dirancang di luar Turki.

"Sayangnya, Barat mendukung teror dan berdiri bersama para pelaku kudeta," ujar Erdogan dalam pidatonya di istana kepresidenan Ankara.

Dalam kesempatan yang sama, Erdogan juga mengecam institusi peradilan Jerman yang melarang dirinya menyapa, lewat sambungan video, warga Turki di Jerman yang menggelar aksi anti-kudeta.

"Hebat! Untuk hal ini pengadilan Jerman bekerja dengan cepat!" kecam Erdogan.

Dia juga menuduh Jerman mengizinkan para pimpinan Partai Pekerja Kurdi (PKK) memberikan pidato kepada pendukungnya di negeri itu lewat sambungan video.

Lebih jauh, Erdogan juga menyatakan, semua perencanaan kudeta militer itu dilakukan dengan bantuan kekuatan asing.

"Kudeta ini tak dirancang di dalam negeri. Para aktor di dalam negeri bertindak atas skenario kudeta yang ditulis di luar negeri," tambah Erdogan.

"Bagaimana mungkin ini terjadi, saat kita adalah partner strategis tetapi kalian tetap menyembunyikan dan melindungi dia," ujar Erdogan merujuk AS yang belum mengekstradisi Gulen.

Hingga saat ini, pemerintah Turki masih mencoba dengan berbagai cara mendesak AS agar mengekstradisi Fethullah Gulen yang mengasingkan diri di negeri itu.

Sementara itu, aprat keamanan Turki menahan sekitar 100 orang staf termasuk dokter di sebuah rumah sakit militer utama di Ankara.

Bahkan pembersihan ini dikabarkan juga merembet ke ranah olahraga dengan dipecatnya puluhan wasit dan penjaga garis sepak bola negeri itu.
  

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.