Kompas.com - 11/03/2015, 10:28 WIB
EditorErvan Hardoko

CANBERRA, KOMPAS.com — Perdana Menteri Australia Tony Abbott dihujani kecaman dan kritik terkait komentarnya mengenai komunitas Aborigin. Komentar Abbott tentang suku pribumi Aborigin mengemuka ketika dia berkunjung ke Kalgoorlie, Australia Barat, Selasa (10/3/2015).

Kepada radio ABC, Abbott mengaku sepakat dengan langkah Gubernur Australia Barat Colin Barnett yang menutup setengah dari 274 komunitas Aborigin apabila biaya untuk menyediakan layanan bagi mereka lebih besar dari manfaatnya.

"Yang tidak bisa kami lakukan ialah memberi subsidi terus-menerus pada pilihan gaya hidup jika gaya hidup tersebut tidak kondusif dengan partisipasi penuh terhadap masyarakat Australia," kata Abbott.

Gaya hidup yang dimaksud Abbott adalah keberadaan suku Aborigin di pelosok-pelosok Australia.

"Jika seseorang memilih hidup bermil-mil jauhnya dari sekolah, jika seseorang memilih tidak mengakses sekolah, jika seseorang memilih untuk bermukim di tempat yang tiada pekerjaan, itu semua jelas akan menjadi hal yang sangat sulit untuk diatasi," ujar Abbott.

"Baiklah jika (Anda) ingin hidup di tempat terpencil. Namun, ada batas yang bisa Anda harapkan dari negara jika Anda hidup di sana," lanjut Abbott.

Memalukan

Pernyataan Abbott tersebut dikecam Komisaris Keadilan Sosial Komunitas Aborigin (ATSI), Mick Gooda. "Pilihan kata-katanya sungguh buruk," kata Gooda, yang telah membela hak-hak kaum pribumi Australia, kepada BBC.

Menurut dia, komunitas Aborigin paham dengan pendanaan untuk mereka yang hidup di kawasan terpencil. Namun, mereka ingin diajak berdialog mengenai bagaimana memecahkan masalah tersebut.

Sementara itu, juru bicara urusan pribumi Partai Buruh, Shayne Neumann, menyebut perkataan Abbott memalukan. "Intinya, dia mengatakan bahwa orang-orang Aborigin dan penduduk Selat Torres harus diusir dari tanah yang mereka tinggali selama seribu tahun terakhir," kata Neumann.

Konstitusi Australia tidak mengakui kaum Aborigin dan penduduk Selat Torres sebagai pribumi. Dalam beberapa tahun terakhir, ada sejumlah diskusi untuk mengubah konstitusi agar kaum Aborigin diakui sebagai pribumi, dan diskriminasi terhadap mereka dikategorikan sebagai aksi kriminal.

Namun, pada Desember lalu, Abbott mengatakan bahwa dia akan mengeluarkan "keringat darah" agar referendum perubahan konstitusi tidak terlaksana.

Komunitas Aborigin di Australia berjumlah sekitar 2,5 persen dari total populasi Australia sebanyak 24 juta orang.  Diskriminasi terhadap komunitas Aborigin selama beberapa generasi membuat tingkat kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan mereka begitu rendah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.