Buat Baju Besi Pelindung Payudara, Perempuan Afganistan Diancam Pembunuhan

Kompas.com - 10/03/2015, 09:13 WIB
Seniman perempuan Afganistan Kubra Khademi (27) mengenakan baju besi pelindung payudara lalu berjalan-jalan di pusat kota Kabul sebagai bentuk protes atas maraknya pelecehan perempuan di negeri itu. Twitter/Al ArabiyaSeniman perempuan Afganistan Kubra Khademi (27) mengenakan baju besi pelindung payudara lalu berjalan-jalan di pusat kota Kabul sebagai bentuk protes atas maraknya pelecehan perempuan di negeri itu.
EditorErvan Hardoko
KABUL, KOMPAS.com — Seorang seniman muda Afganistan membuat baju besi berbentuk payudara dan bokong lalu mengenakannya berkeliling kota Kabul sebagai bentuk protes atas tingginya angka pelecehan perempuan di negeri itu. Namun, ia kini harus bersembunyi setelah menerima ancaman kematian.

Kubra Khademi (27) melakukan aksi berjalan keliling Kabul pada 26 Februari dengan harapan bisa menangkap para laki-laki yang menyentuh bagian tubuh perempuan secara tak sopan di ruang publik.

"Baju besi itu dibuat seorang tukang besi setempat dengan biaya 10 dollar AS," ujar Khademi.

Setelah baju besi itu selesai dibuat, Khademi pun mengenakannya dalam selubung jaket, lalu berkeliling kota. Setelah membuka jaketnya, perempuan yang mengenakan hijab itu mengatakan dia merasa dilecehkan dan terpaksa kabur setelah caci maki ditambah lemparan batu yang diarahkan kepadanya.

"Semuanya berjalan sesuai dengan apa yang saya harapkan. Orang-orang datang menghampiri dan mendorong-dorong saya," tambah Khademi sambil mengatakan bahwa dia harus kabur dengan menumpang taksi.

Alasan Khademi melakukan aksinya itu terinspirasi dari pengalaman buruknya pada masa kecil.

"Baju besi itu mencerminkan apa yang terjadi terhadap saya pada usia empat atau lima tahun. Seseorang menyentuh saya, lalu pergi begitu saja. Bagi dia, saya sekadar seorang perempuan. Dia tak peduli dengan usia saya," lanjut Khademi.

"Saat itu saya merasa bersalah. Mengapa ini terjadi kepada saya? Kala itu, saya berkata kepada diri sendiri, 'Saya harap pakaian dalam saya terbuat dari besi'," kenangnya.

Namun, aksi protesnya itu membuat Khademi kini harus bersembunyi di pinggiran kota Kabul. Dia mendapat ancaman pembunuhan lewat e-mail sehingga terpaksa meninggalkan kediamannya.

Sekian hari setelah aksi protes Khademi, beberapa pria aktivis kemudian melakukan unjuk rasa unik. Mereka mengenakan burka untuk menunjukkan betapa tertekannya para perempuan Afganistan karena keharusan mengenakan burka.



Sumber Al Arabiya
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X