Kompas.com - 16/12/2014, 21:33 WIB
EditorErvan Hardoko
ISLAMABAD, KOMPAS.com - Serangan maut Taliban Pakistan ke sebuah sekolah di Peshawar yang menewaskan sedikitnya 126 orang itu menuai kecaman dari berbagai belahan dunia.

Pemerintah Jerman, Selasa (15/12/2014), mengecam "tindakan pengecut" yang ditunjukkan Taliban Pakistan dengan menyerang sebuah sekolah yang berakibat sedikitnya 100 siswa kehilangan nyawa.

"Penyanderaan dan pembunuhan anak-anak sudah melampaui kekejaman apapun yang sudah dialami Pakistan yang sudah dicengkeram teror dan kekerasan selama bertahun-tahun," ujar Menteri Luar Negeri Jerman, Frank-Walter Steinmeier.

"Kami ikut berduka dengan rakyat Pakistan. Doa kami bersama keluarga para korban. Bagi para korban luka kami doakan agar mereka segera pulih kembali," lanjut Steinmeier.

Kecaman juga datang dari pemerintah India yang biasanya selalu berseberangan dengan Pakistan dalam hampir berbagai hal.  Perdana Menteri Narendra Modi mengecam keras aksi pengecut yang dilakukan Taliban di Peshawar itu.

"Aksi Taliban itu adalah sebuah aksi tak berperikemanusiaan dan merupakan sebuah kebrutalan yang tak bisa digambarkan dengan kata-kata. India ikut merasakan duka Pakistan," ujar Modi.

"Doa kami untuk mereka yang kehilangan orang-orang yang mereka cintai hari ini. Kami ikut merasakan duka mereka dan kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam," lanjut Modi.

Ucapan bela sungkawa juga datang dari peraih hadiah Nobel perdamaian, Malala Yousafzai. Remaja yang nyaris tewas akibat peluru Taliban itu mengatakan hatinya hancur mengetahui tragedi di kampung halamannya tersebut.

"Hati saya hancur oleh aksi teror tak berperikemanusiaan dan berdarah dingin di Peshawar. Anak-anak sekolah tak berdosa tak seharusnya mengalami kengerian semacam ini," ujar Malala.

"Saya mengecam kejahatan dan tindakan pengecut semacam ini. Saya mendukung pemerintah dan angkatan bersenjata Pakistan yang selama ini berusaha keras untuk menangani kengerian semacam ini," lanjut Malala.

Kelompok Tehreek-e-Taliban (TTP) menyatakan bertanggung jawab atas aksi berdarah itu dan menyebut aksi tersebut sebagai pembalasan atas serangan militer Pakistan terhadap kubu-kubu kelompok militan di kawasan sabuk kesukuan Pakistan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.