Kompas.com - 08/01/2014, 16:39 WIB
Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan setiba di Bandara Esenboga, Ankara, Selasa (24/12/2013) usai kunjungan ke Pakistan. AFP PHOTO/ADEM ALTANPerdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan setiba di Bandara Esenboga, Ankara, Selasa (24/12/2013) usai kunjungan ke Pakistan.
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Pemerintahan Perdana Menteri (PM) Turki Recep Tayyip Erdogan kembali menggusur 16 kepala kepolisian provinsi negeri itu. Menurut warta AP  dan Harian Zaman  pada Rabu (8/1/2014), mereka dianggap tersangkut kasus korupsi.

Catatan menunjukkan, para kepala kepolisian yang ikut dicopot berasal dari provinsi penting seperti Ankara, Diyarbakir, Izmir, Adana, dan Antalya. Sementara, kemarin, PM Erdogan juga sudah melengserkan 350 anggota polisi Ankara.

Termutakhir, sudah ada 250 anggota polisi yang disiapkan untuk menduduki jabatan-jabatan yang kosong tersebut.

Sebelumnya, pada 17 Desember 2013, lebih dari 80 orang, termasuk seorang pebisnis, kawan dekat PM Erdogan dan anak-anak dari tiga menterinya dijebloskan ke penjara. Mereka dibidik pemerintah untuk tuduhan penyuapan dan korupsi.

Kebijakan PM Erdogan berbuntut panjang. Pascapenjeblosan itu Menteri Lingkungan Hidup Erdogan Bayraktar, Menteri Dalam Negeri Muammer Guler, dan Menteri Perekonomian Zafer Caglayan memilih memundurkan diri. Kemudian, PM Erdogan melakukan perombakan kabinet besar-besaran.  




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X