Kompas.com - 17/09/2013, 11:23 WIB
Aksi unjuk rasa warga India yang protes terhadap maraknya kasus pemerkosaan APAksi unjuk rasa warga India yang protes terhadap maraknya kasus pemerkosaan
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com — Orangtua gadis korban pemerkosaan brutal di India berpendapat kalau para pelaku pemerkosaan, Vinay Sharma, Akshay Thakur, Pawan Gupta, dan Mukesh Singh, pantas mendapat ganjaran hukuman mati. Tapi, menurut keduanya, ganjaran itu juga harus menjadi awal pemberdayaan perempuan. "Inspirasi untuk pemberdayaan perempuan ini bukan hanya untuk India tapi seluruh dunia," kata ayah korban dalam wawancara dengan ABC di Sydney pada Senin malam kemarin.

Kasus pemerkosaan yang menimpa perempuan India berusia 23 tahun pada Desember tahun lalu itu memang mengejutkan India. Lantaran kejadian itu, pemerintah India berbenah cepat dengan menggelar investigasi dan persidangan. Hasilnya, minggu lalu, ganjaran hukuman mati pun dijatuhkan.

"Anak perempuan saya menjadi simbol pemberdayaan perempuan. Dia telah menyalakan api kecil dan kami berharap kita semua menjaga nyalanya untuk pemberdayaan perempuan,"kata sang ibu. ABC memilih tidak memublikasikan nama korban dan orangtuanya dalam wawancara itu.

Kendati begitu, beberapa organisasi pembela hak asasi manusia mengatakan kalau hukuman mati untuk pemerkosa bukan solusi akhir. Paling tidak ada banyak pekerjaan yang mesti terwujud terkait hak rasa aman bagi seluruh perempuan di dunia.

Sejatinya, ada enam tersangka dalam kasus itu. Selain keempat terpidana mati, satu pelaku yang masih di bawah umur, dalam hukum India, mendapat hukuman tiga tahun dalam pengawasan ketat pemerintah. Sementara, satu pelaku, seorang sopir bus bernama Ram Singh sudah lebih dahulu tewas di penjara saat penyelidikan dan persidangan berlangsung. Menurut dugaan, Ram Singh bunuh diri di penjara.

SAJJAD HUSSAIN / AFP Seorang perempuan membawa poster yang menuntut pengadilan menghukum mati para pemerkosa dan pembunuh seorang mahasiswa New Delhi, akhir tahun lalu. Hakim pengadilan akhirnya menjatuhkan hukuman mati untuk keempat terdakwa pelaku pemerkosaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.