Sekjen PBB: Pengungsi Suriah Butuh Makanan

Kompas.com - 06/09/2013, 14:39 WIB
Seorang anak laki-laki tewas akibat pertempuran sengit antara pasukan pemberontak dengan tentara pemerintah di Idlib, utara Suriah, 11 Maret 2012. AP PHOTO / RODRIGO ABDSeorang anak laki-laki tewas akibat pertempuran sengit antara pasukan pemberontak dengan tentara pemerintah di Idlib, utara Suriah, 11 Maret 2012.
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com — Krisis Suriah belum akan usai dalam waktu dekat. Masih ada pro dan kontra menyangkut rencana Amerika Serikat (AS) menyerang secara militer negara tersebut. Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dalam sebuah pertemuan kemanusiaan yang bertepatan dengan KTT G-20 mengingatkan soal kemanusiaan dalam krisis itu.

"Taruhlah perbedaan soal Suriah itu di samping. Sekarang, mari bersama-sama beraksi untuk menjawab kebutuhan kemanusiaan lantaran krisis Suriah," kata Ban Ki-moon, memfokuskan pidatonya kepada negara-negara berkekuatan besar.

Menurut Ban Ki-moon, ada konsekuensi berat andai serangan militer terlaksana. "Serangan itu akan mencuatkan lebih banyak kekerasan sektarian," ia mengingatkan.

Catatan PBB menunjukkan, sepertiga dari populasi Suriah yang kini berjumlah 20,8 juta menjadi pengungsi. Mereka tersebar di berbagai negara, khususnya di Lebanon dan Jordania. "Keberadaan mereka merupakan akar dari makin meluasnya krisis kemanusiaan," kata Ban Ki-moon sebagaimana warta AP pada Jumat (6/9/2013).

Terkait dengan hal itu, Ban Ki-moon mengatakan bahwa masalah paling besar dalam krisis kemanusiaan itu adalah ketersediaan pangan. "Stok pangan untuk para pengungsi Suriah di Lebanon tinggal beberapa hari lagi. Sementara itu, stok di Jordania tersisa untuk dua minggu," tekannya.

Ban Ki-moon lebih lanjut mengingatkan kembali agar para pemimpin dunia memberi dukungan bagi upaya kemanusiaan membantu para pengungsi. "Masalah pangan ini adalah masalah kritis kemanusiaan saat ini," demikian diungkapkan Ban Ki-moon.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X