Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/09/2013, 11:20 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Terkait kondisi perdamaian di Suriah yang tercabik dan perdamaian dunia pada umumnya yang terluka, Paus Fransiskus mengajak umat Katolik di seluruh dunia untuk bersatu dalam doa yang disertai pantang serta puasa selama sehari pada 7 September 2013.

Khusus di Lapangan Santo Petrus Vatikan, pada hari itu mulai dari pukul 19.00 sampai pukul 24.00 waktu setempat, akan ada acara doa serta dalam semangat berpantang dan berpuasa.

Mengapa 7 September? Sekretaris Eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Edy Purwanto Pr, dalam edarannya kepada para uskup di Indonesia, Selasa (3/9/2013), menyatakan, Paus Fransiskus ingin memberikan ciri khas ke-Maria-an pada tanggal 7 September tersebut. Paus memilih hari tersebut karena hari itu adalah "malam perayaan kelahiran Maria, Ratu Damai".

Saat mengumumkan hari doa yang disertai pantang dan puasa untuk perdamaian Suriah pada 1 September lalu, Paus menegaskan, “Penggunaan kekerasan tidak akan pernah membawa perdamaian. Perang akan memanggil perang, kekerasan akan memanggil kekerasan. Dengan segenap kekuatanku, saya meminta kepada semua pihak yang terlibat di dalam konflik untuk mendengarkan suara hati masing-masing, untuk tidak menutup diri demi kepentingan sendiri, tetapi memandang orang lain sebagai saudara, dan melaksanakan dengan keberanian serta keyakinan jalan pertemuan dan negosiasi dengan mengatasi pertentangan yang membutakan."

Edy Purwanto Pr, dalam edaran itu, menyatakan, seperti yang disarankan Paus Fransiskus, kiranya para uskup di Indonesia berkenan mendorong dan mengajak seluruh umat, serta sangat diharapkan dalam kerja sama lintas agama dan keyakinan, untuk berdoa, berpantang, dan berpuasa bagi perdamaian di Suriah dan di seluruh muka bumi.

Konflik di Suriah pecah pada Maret 2011. Hingga kini, atau hampir 2,5 tahun berlalu, konflik itu telah menimbulkan korban tewas lebih dari 100.000 orang. PBB juga telah mengonfirmasi bahwa lebih dari dua juta warga Suriah telah lari dari negara itu.

Suriah punya sejarah dan tradisi kekristenan yang tua. Umat kristen di negara itu tergolong minoritas dan ikut jadi korban dari konflik yang terjadi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com