Takut Didor "Sniper", Aliansi Islam Mesir Batalkan Acara-acara Publik

Kompas.com - 19/08/2013, 19:28 WIB
Para pendukung Muhammad Mursi di kota Alexandria turun ke jalan mengecam penggunaan kekerasan oleh aparat keamanan Mesir yang menewaskan 638 orang dan melukai 4.000 orang lainnya. AFPPara pendukung Muhammad Mursi di kota Alexandria turun ke jalan mengecam penggunaan kekerasan oleh aparat keamanan Mesir yang menewaskan 638 orang dan melukai 4.000 orang lainnya.
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Takut menjadi korban penembakan "sniper" alias penembak jitu, aliansi Islam Mesir memilih membatalkan acara-acara publik. Menurut warta AP pada Senin (19/8/2013), aliansi ini terdiri dari 33 gerakan Islam. Termasuk di dalamnya adalah Ikhwanul Muslimin (IM).

Sementara itu, terkait dengan penundaan tadi, tensi antara pasukan keamanan Mesir dan para pendemo pendukung presiden terguling Mohammed Mursi masih terbilang tinggi. Dalam kondisi ini, sudah banyak seruan internasional agar dialog pihak-pihak terkait dikedepankan.

Menteri Pertahanan Mesir Jenderal Abdel Fatah al-Sisi, kemarin, sudah menegaskan kalau Mesir sudah siaga menghadapi percobaan serangan terhadap pemerintah dan institusi agama. Pernyataan itu disampaikan Al-Sisi di laman Facebook militer Mesir.

"Siapa saja yang berpikir bahwa negara dan rakyat bakal berlutut di hadapan kekerasan mesti berpikir ulang,"tegas Al-Sisi.


Ia juga mengatakan dirinya tak tinggal diam andai ada pihak-pihak yang bakal membakar negara, meneror rakyat, dan mengirim pesan kepada media kalau di Mesir terjadi perang saudara.

Pada bagian lain, Perdana Menteri Interim (Sementara) Mesir Hazem al-Beblawi mengatakan hari ini kalau Mesir akan melanjutkan perjuangan menghadapi terorisme. "Saya menetapkan prioritas utama mengamandemen konstitusi dan menjalankan pemilihan umum parlemen yang diikuti oleh pemilihan presiden,"katanya menegaskan.

Pada Sabtu (17/8/2013), Beblawi sudah mengajukan proposal untuk membubarkan IM. Proposal itu tengah dipelajari pemerintah.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X