Salin Artikel

Ribuan Pengungsi Suriah Dikabarkan Mulai Kembali ke Idlib

Ribuan penduduk Suriah barat daya itu sempat meninggalkan rumah tinggal mereka karena khawatir akan keselamatan hidup mereka setelah pasukan rezim pemerintah dan sekutunya mengumumkan rencana melakukan serangan besar-besaran ke Idlib.

Provinsi Idlib di Suriah utara adalah wilayah kantong terakhir yang masih dikuasai kelompok pemberontak dan milisi Suriah.

Laporan PBB mengatakan, selama 12 hari pertama di bulan September, sebanyak lebih dari 38.000 warga sipil mengungsi dari Idlib dan meninggalkan rumah mereka setelah terjadinya peningkatan serangan udara yang dilancarkan pasukan rezim Suriah dan didukung Rusia.

Melansir dari The New Arab, sebagian besar dari mereka menuju perbatasan Turki, yang telah dibangun kamp-kamp pengungsi yang penuh sesak.

Badan PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusian mengatakan, lebih dari 4.500 warga diperkirakan memutuskan untuk kembali ke rumah-rumah mereka segera setelah bombardir yang dilakukan pasukan rezim Bashar al-Assad berhenti.

Sementara dari Observatorium untuk Hak Asasi Manusia di Suriah menyebut ada lebih dari 7.000 orang yang telah kembali ke rumah mereka sejak Senin (17/9/2018) lalu, ketika Rusia dan Turki mengumumkan kesepakatan mereka.

Sebelumnya diberitakan, Rusia telah memutuskan untuk tidak menggelar operasi militer ke Idlib. Hal tersebut setelah Presiden Vladimir Putin bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Dalam pertemuan yang digelar di Sochi pada Senin (17/9/2018) itu, kedua pemimpin negara menyepakati untuk dibentuknya sebuah zona demiliterisasi.

Kementerian Pertahanan Rusia dan Turki juga telah menandatangani memorandum untuk menjamin stabilitas situasi di Idlib.

Dalam kesepakatan tersebut, zona demiliterisasi akan dibentuk pada 15 Oktober mendatang dan meliputi jarak 15-20 kilometer dengan pasukan dari Rusia dan Turki melakukan patroli secara terkoordinasi.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan, dengan kesepakatan itu warga sipil dan pemberontak anti-rezim yang didukung Turki dimungkinkan untuk tetap berada di zona demiliterisasi.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, perjanjian untuk menciptakan zona demiliterisasi di Idlib harus mencegah operasi militer skala penuh dan menjamin keamanan bagi jutaan warga sipil.

https://internasional.kompas.com/read/2018/09/21/17412701/ribuan-pengungsi-suriah-dikabarkan-mulai-kembali-ke-idlib

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.