Gedung Konsulat AS di Turki Dikepung Aksi Demonstrasi Kecam Trump - Kompas.com

Gedung Konsulat AS di Turki Dikepung Aksi Demonstrasi Kecam Trump

Veronika Yasinta
Kompas.com - 07/12/2017, 08:55 WIB
Seorang demonstran membakar bendera Israel yang dicetak dalam sebuah kertas dalam aksi demonstrasi mengecam Amerika Serikat dan ISrael, di depan gedung konsulat AS, di Istanbul pada Rabu (6/12/2017). (AFP/Ozan Kose)
Seorang demonstran membakar bendera Israel yang dicetak dalam sebuah kertas dalam aksi demonstrasi mengecam Amerika Serikat dan ISrael, di depan gedung konsulat AS, di Istanbul pada Rabu (6/12/2017). (AFP/Ozan Kose)


ISTANBUL, KOMPAS.com - Sekitar 1.500 orang melakukan aksi demonstrasi di luar gedung konsulat AS di Istanbul, Turki, pada Rabu (6/12/2017) malam waktu setempat, mengecam langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel.

Dilansir dari AFP, mereka menuliskan slogan "bebaskan Palestina" di dinding gedung konsulat, sementara beberapa terlihat melemparkan botol plastik.

Sepotong kertas yang mereprentasikan bendera Israel juga dibakar. Mereka meneriakkan umpatan seperti, "AS pembunuh, keluarlah dari Timur Tengah", "jatuhlah Amerika", dan mereka mendesak kelompok Hamas Palestina untuk menyerang Israel.

Baca juga : Keputusan Trump Soal Jerusalem Tuai Kemarahan Para Pemimpin Negara

"Jerusalem untuk umat Islam dan akan tetap begitu selamanya," kata panitia aksi demonstrasi dalam sebuah pernyataan.

Demonstran menyalakan suar dan melambai-lambaikan bendera Palestina. Namun, demonstrasi tersebut berlangsung cukup damai dan kemudian mereka membubarkan diri.

Protes serupa juga terjadi di luar gedung kedutaan besar AS di Ankara, dengan ratusan orang memegang gambar Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Baca juga : Trump Akui Kedaulatan Israel dengan Ibu Kota Jerusalem

Menjelang pengumuman Trump terhadap Jerusalem, Erdogan telah memberi peringatan terhadap keputusan tersebut yang akan memicu aksi kelompok teror.

Erdogan juga telah menyerukan pertemuan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Istanbul pada 13 Desember untuk membahas masalah tersebut.

PenulisVeronika Yasinta
EditorVeronika Yasinta
SumberAFP

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM