Trump Kecam Insiden di Virginia, Tak Singgung "Supremasi Kulit Putih" - Kompas.com

Trump Kecam Insiden di Virginia, Tak Singgung "Supremasi Kulit Putih"

Kompas.com - 13/08/2017, 08:23 WIB
Seorang pria tersungkur ke jalan dalam bentrokan antar-demonstran pendukung dan penentang gerakan supremasi kulit putih di Kota Charlottesville, Virginia, AS, Sabtu (13/8/2017). 
REUTERS/ Joshua Roberts Seorang pria tersungkur ke jalan dalam bentrokan antar-demonstran pendukung dan penentang gerakan supremasi kulit putih di Kota Charlottesville, Virginia, AS, Sabtu (13/8/2017).

CHARLOTTESVILLE, KOMPAS.com - Kelompok neo-Nazi/ nasionalis kulit putih menggelar aksi “Unite the Right” di Kota Charlottesville, Virginia, Amerika Serikat, Sabtu (12/8/2017).

Aksi itu mendapat penentangan dari kelompok yang berseberangan, hingga menyebabkan kerusuhan.

Otoritas kota setempat, menyebutkan, saat ini sudah ada tiga korban tewas dengan 35 lainnya luka-luka.

Baca: Sudah 3 Orang Tewas dalam Demonstrasi di Virginia, 35 Luka-luka

Kelompok kulit putih itu umumnya adalah pembenci kelompok minoritas rasial, etnis, dan agama.

Terkait kondisi itu, Trump yang sedang dalam masa liburan di klub golf pribadinya di Bedminster, New Jersey, pun angkat bicara.

"Kami mengikuti kejadian mengerikan yang terjadi di Charlottesville, Virginia," kata Trump.

"Kami mengecam keras tampilan mengerikan dari kebencian, kefanatikan, dan kekerasan ini. Di banyak sisi," sambungnya.

Trump kemudian mengatakan tiga kata itu lagi -"di banyak sisi", seperti hendak menekankan bahwa frase itulah sebenarnya satu-satunya poin utama dari pidato singkatnya itu.

Dia tidak berbicara tentang supremasi kulit putih. Trump pun tak menyinggung munculnya seruan-seruan rasial dalam seluruh kejadian ini.

Dalam seruannya untuk persatuannya ini, Presiden Trump tak menyinggung kelompok supremasi kulit putih yang telah turun ke jalan, dan mengganggu kedamaian di Charlottesville.

"Kebencian dan semua turunannya harus berhenti sekarang," kata Trump.

"Kita harus tampil bersama sebagai warga Amerika dengan cinta untuk bangsa kita."

Komentar pun kemudian menggemakan di linimasa akun Twitter-nya, dengan menyebut, "semua pasti bersatu dan mengecam semua kebencian itu."

Gubernur Virginia Terry McAuliffe sebelumnya telah mengumumkan keadaan darurat di negara bagian itu.

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar