Assad Tertawa Saat Ditanya Soal Banyak Anak Suriah Tewas - Kompas.com

Assad Tertawa Saat Ditanya Soal Banyak Anak Suriah Tewas

Kompas.com - 07/11/2016, 22:32 WIB
Reuters Presiden Suriah Bashar al-Assad

DAMASKUS, KOMPAS.com - Presiden Bashar al-Assad tertawa dan mengatakan bisa tidur nyenyak ketika ditanya tentang banyak sekali anak Suriah tewas akibat perang saudara.

Dalam wawancara dengan The Sunday Times, Assad ditanya apakah dia bisa tidur nyenyak waktu malam saat banyak sekali anak tewas setiap hari di Aleppo dan bagian lain Suriah.

"Saya tahu arti dari pertanyaan itu. Saya tidur teratur, saya tidur dan bekerja,  makan seperti biasanya,  dan berolahraga," kata Assad sambil tertawa, seperti dirilis The Independent, Senin (7/11/2016).

Assad juga mengangkat bahunya ketika ditanya bagaimana perasaannya tentang banyak pembunuhan warga sipil, perempuan dan anak-anak tak berdosa.

"Ini kesalahan teroris dan kita berbicara tentang perang, bukan amal," kata Assad.

"Dalam perang Anda akan selalu ada orang-orang tak berdosa yang tewas dan terluka. Apa yang kamu kerjakan? Anda melakukan yang terbaik,” kata Assad.

“Teroris masih berada di Aleppo dan mereka menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia," tambah Assad.

Menurut Assad, "Kami tak bisa hanya diam dan mengatakan, 'jangan menghancurkan kota'. Lebih penting dari kota ini adalah rakyat, sehingga kita harus melakukan yang terbaik untuk mereka. "

Selama wawancara, Assad juga menyinggung lagi soal Hadiah Nobel Perdamaian untuk pasukan Helm Putih Suriah (Syrian White Helmets), kelompok Pertahanan Sipil Suriah, palsu.

Assad juga menyatakan, foto seorang bocah lima tahun yang terluka akibat pasca serangan udara di Allepo adalah palsu.

Presiden Suuriah itu berbicara merujuk foto Omran Daqneesh, bocah berusia lima tahun, yang menjadi pengingat tentang penderitaan warga sipil di Aleppo, juga sebagai gambar palsu.

"Demonisasion telah mencapai puncaknya," tambah Assad. Ia mengaku Suriah hanya memiliki pilihan antara dia dan ekstremis Islam.

Berbicara tentang dirinya sebagai orang ketiga, ia menyarankan Barat akan dipaksa untuk menerima dia.

“Ini adalah seorang diktator, ini membunuh rakyatnya, menjatuhkan bom barel ... tidak ada lagi yang bisa mereka katakan tentang saya," ujar Assad.

Pada Minggu, rezim Suriah dituduh menembaki daerah pinggiran kota yang dikuasai pemberontak di ibu kota Damaskus.

Serangan itu menewaskan enam anak dan melukai lebih dari 25 lain.

EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM