Kompas.com - 28/01/2020, 15:57 WIB
Penumpang mengenakan masker tiba di Bandara Sydney, Australia, setelah mendarat dengan pesawat dari Kota Wuhan, China, Kamis (23/1/2020). Hingga saat ini, sudah 12 negara di berbagai belahan Bumi yang positif mengumumkan terdampak virus corona yang dilaporkan sudah menjangkiti 1.300 orang dan membunuh 41 orang di China. AFP/PETER PARKSPenumpang mengenakan masker tiba di Bandara Sydney, Australia, setelah mendarat dengan pesawat dari Kota Wuhan, China, Kamis (23/1/2020). Hingga saat ini, sudah 12 negara di berbagai belahan Bumi yang positif mengumumkan terdampak virus corona yang dilaporkan sudah menjangkiti 1.300 orang dan membunuh 41 orang di China.

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China menyatakan, mereka mengalami kekurangan alat medis untuk memerangi virus corona yang sudah menewaskan 106 orang itu.

Pernyataan itu diungkapkan Wakil Kepala Biro Administrasi Medis Komisi Kesehatan Nasional, Jiao Yahui, dalam konferensi pers.

Dilansir SCMP Selasa (28/1/2020), Jiao mengatakan, kekurangan alat medis menjadi batu sandungan terbesar China dalam menanggulangi virus corona.

Baca juga: Benarkah Virus Corona Sulit Menyebar di Indonesia?

Dia menuturkan, Beijing sebenarnya sudah mengerahkan 6.000 personel kesehatan dari berbagai negara ke Hubei, provinsi yang menjadi sumber penyebaran virus.

Jiao menjelaskan lebih dari 4.000 tenaga medis sudah sampai, dengan sekitar 1.800 sisanya bakal sampai pada Selasa malam waktu setempat.

Di sana, mereka akan bekerja di Wuhan, kota yang pertama kali melaporkan adanya virus China, dan kota-kota yang masih berada di Hubei.

Adapun di Wuhan, lebih dari 10.000 ranjang rumah sakit sudah dipersiapkan untuk menangani para pasien yang positif terinfeksi.

Meski begitu, Jiao berujar bala bantuan yang dikerahkan pemerintah pusat tidak bisa langsung bekerja karena kurangya peralatan. Misalnya adalah pakaian pelindung.

"Selain masalah kekurangan pakaian pelindung, beberapa alat medis yang kami punya tidak bisa didistribusikan ke garis depan," ungkap Jiao.

Di Shanghai, sprai anti-virus spektrum luas telah dikembangkan dan disemprotkan di bangsal darurat Pusat Klinik Kesehatan Publik untuk melindungi tim medis.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X