Kompas.com - 11/01/2020, 18:01 WIB
Dalam foto yang dirilis Dinas Penjaga Pantai Argentina menunjukkan pengejaran yang dilakukan terhadap kapal nelayan China. Perfectura Naval ArgentinaDalam foto yang dirilis Dinas Penjaga Pantai Argentina menunjukkan pengejaran yang dilakukan terhadap kapal nelayan China.

Di mana penggunaan senjata bisa menjadi langkah yang sah menghadapi kapal-kapal yang melanggar perairan negara tersebut untuk penangkapan ikan secara ilegal.

Sebelumnya, pada September tahun lalu, tiga nelayan China tewas akibat tertembak oleh penjaga pantai Korea Selatan yang mencoba menangkap mereka atas aksi penangkapan ikan ilegal.

Baca juga: Korsel Tembak Kapal Nelayan, China Kirim Nota Protes Diplomatik

2. Argentina

Pada Maret 2016, Argentina melalui pasukan penjaga pantainya memutuskan mengejar dan menenggelamkan kapal China yang dituding melakukan penangkapan ikan ilegal.

Dalam pernyataan yang dirilis saat itu, Dinas Penjaga Pantai Argentina mengaku sudah menghubungi kapal Lu Yan Yuan Yuo via radio.

Kemudian, salah satu kapal patroli mengejar seraya melepaskan tembakan peringatan kepada kapal tersebut hendak masuk perairan internasional.

Karena tidak ditanggapi, kapal patroli Argentina menenggelamkan kapal itu. Adapun semua awaknya dilaporkan diselamatkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam keterangan mereka, aktivitas pencurian ikan oleh kapal asing menjadi masalah serius bagi negara Amerika Selatan tersebut.

Dalam beberapa kesempatan, kapal yang ketahuan melakukan aksi ilegal berusaha menabrakkan diri ke kapal penjaga pantai.

"Hal ini berisiko baik bagi awak kapal tersebut maupun terhadap personel penjaga pantai. Kemudian penjaga pantai diperintahkan menembak beberapa bagian dari kapal itu,” ujar dinas.

Baca juga: Penjaga Pantai Argentina Tenggelamkan Kapal Nelayan China

3. Korea Utara

Pada Mei 2012 silam, sebanyak 29 nelayan China yang tengah melaut dikabarkan diculik oleh warga Korea Utara (Korut).

Para nelayan tersebut melaut di tiga kapal terpisah pada 8 Mei 2012, ketika sekelompok pencuri datang dan memaksa mengambil alih.

Oleh media Negeri "Panda", mereka disebut mencari ikan di timur laut China, yang memisahkan negara itu dengan Korea Utara.

Kementerian Luar Negeri China menyatakan, pihaknya "terus melakukan kontak dengan Korea Utara untuk melindungi hak-hak warga dan kepentingannya".

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.