Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Kompas.com - 12/12/2019, 23:03 WIB
Pesawat tempur F-35 buatan Lockheed Martin Corp. wikia.comPesawat tempur F-35 buatan Lockheed Martin Corp.

LONDON, KOMPAS.com - Sebuah studi mengungkapkan bahwa angkatan udara Amerika Serikat ( AS) unggul jauh dari Rusia dan China.

Laporan itu dirilis oleh FlightGlobal, situs daring milik majalah dirgantara berusia 100 tahun, Flight International, Rabu (11/12/2019).

Studi itu memaparkan perbandingan angkatan udara setiap negara di dunia, dengan AS, Rusia, dan China di jajaran tiga besar.

Baca juga: Atasi Serangan Hama Belalang, Yordania Kerahkan Angkatan Udara

Dilansir Newsweek, AS berada di peringkat pertama dengan jumlah pesawat yang mereka miliki 13.266, baik fixed maupun rotary wing.

Laporan itu menyatakan bahwa Pentagon berada di garda terdepan enam kategori. Antara lain pesawat tempur, pesawat misi khusus.

Kemudian pesawat pengisi bahan bakar, pesawat transportasi, ditambah helikopter tempur, maupun pesawat serta helikopter latih.

Rusia berada di peringkat kedua dengan 4.163 pesawat militer dan helikopter. China di urutan ketiga dengan 3.210 pesawat.

Angkatan udara negara di bawahnya adalah India (2.123), Korea Selatan (1.649), Jepang (1.561), Pakistan (1.372), Perancis (1.229), Turki (1.055), dan Mesir (1.054).

Meski AS berada di daftar teratas, sejatinya kawasan Amerika Utara mengalami penurunan angkatan udara sebesar satu persen dalam setahun terakhir.

Afrika juga turun satu persen. Sementara pasukan udara Amerika Selatan menurun hingga empat persen dalam periode yang sama.

Region Asia-Pasifik serta Eropa tidak berubah. Namun, Timur Tengah naik satu persen. Kemudian Rusia dan Persemakmuran meningkat dua persen.

Perkembangan itu juga ditentukan dari geopolitik. "Ketegangan dalam kebijakan luar negeri memunculkan kesadaran pentingnya peningkatan pertahanan," ungkap studi.

Laporan itu merujuk kepada ketegangan antara AS dan Turki, terkait keputusan Ankara membeli sistem rudal S-400 Rusia.

Imbasnya, Washington pun mengumumkan menendang Turki dari program jet tempur F-35 yang diklaim termahal dalam sejarah Negeri "Uncle Sam".

Sebagai respons atas pembelian tersebut, pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan mempertimbangkan membeli Sukhoi Su-35 dan Su-57.

"Selama S-400 masih berada dalam kendali Turki, mereka tidak akan mendapatkan F-35," ujar Senator AS Jim Risch.

Baca juga: Angkatan Udara AS Kembangkan Drone Siluman Seukuran Jet Tempur



Sumber Newsweek
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X