Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Kompas.com - 07/12/2019, 17:27 WIB
Potongan gambar dari video yang diambil memperlihatkan mobil yang telah hangus terbakar di Bavispe, Sonora, Meksiko. Sebanyak 9 orang, tiga perempuan dan enam anak-anak, tewas setelah disergap oleh pelaku yang diduga anggota kartel narkoba. KENNETH MILLER / LAFE LANGFORD J via ReutersPotongan gambar dari video yang diambil memperlihatkan mobil yang telah hangus terbakar di Bavispe, Sonora, Meksiko. Sebanyak 9 orang, tiga perempuan dan enam anak-anak, tewas setelah disergap oleh pelaku yang diduga anggota kartel narkoba.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump menyatakan, dia tidak akan memasukkan kartel narkoba Meksiko sebagai teroris.

Trump sempat mempertimbangkan status itu setelah sembilan perempuan dan anak-anak dari komunitas Mormon tewas dibunuh November lalu.

Para korban, dengan yang termuda adalah bayi kembar usia delapan bulan, ditembaki ketika mereka melintasi daerah antara Sonora dan Chihuahua.

Baca juga: Kartel Narkoba Serang Kota Meksiko di Perbatasan AS, 19 Orang Tewas

Daerah yang menjadi lokasi penembakan berada di persimpangan dua negara bagian, dan dikabarkan jadi rebutan geng kriminal.

Kasus itu menjadi perhatian publik internasional, di mana Trump mengumumkan "perang" terhadap kartel narkoba Meksiko.

Mexico City langsung bereaksi dengan meminta klarifikasi AS setelah Trump berniat memasukkan kartel sebagai teroris.

Meski Presiden Andres Manuel Lopez Obrador kesulitan, dia tidak akan membiarkan perbatasan selatan dengan AS dimasuki.

Ketegasan itu tercermin dari pernyataan Menteri Luar Negeri Marcelo Ebrard, sebagaimana diwartakan AFP Sabtu (7/12/2019).

"Meksiko tidak akan membiarkan segala aksi yang bisa kami anggap sebagai bentuk pelanggaran kedaulatan kami," tegas Ebrard.

Dalam kicauannya Jumat malam (6/12/2019), presiden 73 tahun itu menyatakan segala persiapan menyebut kartel narkoba teroris sudah terlaksana.

Tetapi, dia memutuskan untuk menangguhkan pengumuman itu setelah mendapat permintaan langsung dari Presiden Lopez Obrador.

"Kami bakal menundanya untuk sementara, dan meningkatkan upaya bersama menindak organisasi jahat ini," kata Trump.

Sementara di Mexico City, Lopez Obrador menyebut penindakan gabungan bakal terjadi jika Washington menghormati kedaulatan mereka.

"Saya pikir keputusan yang beliau (Trump) buat hari ini sangatlah bagus," ujar presiden sayap kiri itu kepada awak media.

Baca juga: Trump Bakal Umumkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris



Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X