Akhirnya, DPR AS Sahkan UU Mendukung HAM dan Demokrasi Hong Kong

Kompas.com - 21/11/2019, 14:05 WIB
Seorang pria diamankan oleh polisi antihuru-hara saat berlangsungnya aksi di Hong Kong, Senin (11/11/2019). Aksi menolak usulan UU Ekstradisi diwarnai kericuhan di Hong Kong yang terjadi sejak Juni lalu kini makin meluas dengan desakan pengusutan kebrutalan polisi hingga hak untuk memilih pemimpin sendiri. AFP/ANTHONY WALLACESeorang pria diamankan oleh polisi antihuru-hara saat berlangsungnya aksi di Hong Kong, Senin (11/11/2019). Aksi menolak usulan UU Ekstradisi diwarnai kericuhan di Hong Kong yang terjadi sejak Juni lalu kini makin meluas dengan desakan pengusutan kebrutalan polisi hingga hak untuk memilih pemimpin sendiri.

"Saya katakan, saya harap China membuat keputusan bagus. Saya tidak yakin mereka akan mengambil langkah yang saya inginkan," katanya.

Baca juga: Aksi Massa Belum Reda, Maskapai Asia Pangkas Penerbangan ke Hong Kong

"Penanganan brutal"

Anggota DPR AS dari Partai Republik Kevin McCarthy memuji voting tersebut dan menyebut China sudah mengambil langkah yang berbahaya.

"Mereka sudah bersikap agresif dengan melakukan kontrol total melalui pengawasan, tekanan politik, dan, yang kami saksikan pekan ini, penanganan brutal," ujarnya.

Dia menuturkan, pengambilan suara yang dilakukan Kongres bertujuan untuk melindungi kepentingan AS, dan meminta China bertanggung jawab atas aksinya.

Sementara senator Demokrat Ben Cardin menyatakan, selama 24 pekan, rakyat Hong Kong telah meminta demokrasi, dan otonomi yang dijanjikan dihormati.

"Kongres mendengarkan keluh kesah mereka, dan kini kami mempunyai alat untuk mendukung komitmen kami terhadao Hong Kong," kata Cardin.

Senator dari Republik Marco Rubio berkata, Partai Komunis China sudah melanggar " HAM dasar", dan menegaskan AS bersatu dengan rakyat Hong Kong.

Selama lima bulan terakhir, kota finansial dunia itu terbenam dalam demonstrasi anti-China yang dimulai dari menolak usulan UU Esktradisi.

Dalam perkembangannya, aksi protes itu berubah menjadi tuntutan demokrasi yang lebih luas, termasuk desakan penyelidikan kebrutalan polisi.

Baca juga: Dikepung Polisi, Demonstran Hong Kong di Universitas Tulis Kata-kata Terakhir

Halaman:


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X