Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 22/10/2019, 10:49 WIB

Permaisuri Masako, seorang mantan diplomat lulusan Harvard, yang mengenakan pakaian khusus bernama "junihitoe" akan ada di samping kaisar.

Rangkaian seremoni penobatan ini akan dilakukan di hadapan regalia kekaisaran, yakni pedang dan permata kuno.

Sekitar 2.000 tamu undangan, termasuk para pejabat negara asing, akan berdiri menjelang pemukulan genderang sebelum proklamasi kaisar.

Setelah kaisar selesai berbicara, Perdana Menteri Shinzo Abe sebagai perwakilan pemerintah Jepang akan berseru "Banzai" sebanyak tiga kali, yang sekaligus menandakan selesainya prosesi.

Baca juga: Mengenal Naruhito, Kaisar Baru Jepang yang Humoris dan Piawai Bermain Biola

Acara akan dilanjutkan dengan perjamuan untuk para tamu undangan, termasuk Pangeran Charles dari Inggris dan Perdana Menteri Korea Selatan Lee Nak-yon.

Kelangkaan penerus takhta kaisar

Di tengah kemeriahan upacara penobatan kaisar, kekaisaran Jepang saat ini menghadapi kekhawatiran akan kelangkaan penerus takhta karena adanya aturan yang melarang perempuan untuk mewarisinya.

Pasangan kaisar dan permaisuri Jepang saat ini hanya memiliki seorang anak perempuan berusia 17 tahun bernama Aiko.

Adik laki-laki kaisar, Akishino, saat ini menjadi pangeran mahkota dan putranya, Hisahito, yang berusia 13 tahun adalah satu-satunya penerus yang tersisa.

Kondisi itu memicu desakan untuk dilakukannya revisi terhadap aturan suksesi. Namun, sejauh ini belum ada langkah formal yang dilakukan.

Baca juga: Kaisar Emiritus Jepang Akihito Muncul Pertama Kali sejak Turun Takhta

Terlepas dari kekhawatiran yang ada, keluarga kaisar masih dipandang positif di mata masyarakat Jepang.

Sebuah poling yang dirilis media penyiaran nasional NHK pada malam sebelum upacara menunjukkan bahwa 70 persen pemilih di negara itu memiliki pandangan "ramah atau menguntungkan" terhadap keluarga kekaisaran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.