Perdana Menteri Inggris Taruh Kaki di Meja di Depan Presiden Perancis

Kompas.com - 23/08/2019, 13:31 WIB
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson (kanan) ketika menumpangkan kaki di meja di depan Presiden Perancis Emmanuel Macron dalam pertemuan di Paris 22 Agustus 2019. AFP/POOL/CHRISTOPHE PETIT TESSONPerdana Menteri Inggris Boris Johnson (kanan) ketika menumpangkan kaki di meja di depan Presiden Perancis Emmanuel Macron dalam pertemuan di Paris 22 Agustus 2019.

PARIS, KOMPAS.com - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menjadi sorotan setelah menaruh kaki di meja di depan Presiden Perancis Emmanuel Macron dalam kunjungan kenegaraan.

Dilansir Sky News Kamis (22/8/2019), awak media mengabadikan momen ketika Johnson menumpangkan kakinya di meja bundar kecil yang berwarna hitam.

Baca juga: Ada No Deal Brexit, Defisit Anggaran Inggris Melonjak

Tak pelak, aksi tumpang kaki yang dilakukan perdana menteri 55 tahun itu mendapat kritikan dari Sonia Purnell, penulis biografi mantan Wali Kota London.


"Keterlaluan dan memalukan. Coba kalau Macron yang menumpangkan kakinya di meja di Istana Buckingham," demikian ucapan Purnell dalam kicauan di Twitter.

Namun setelah video pertemuan dua pemimpin di Champs Elysee itu beredar di media sosial, nampaknya apa yang dilakukan Johnson sebatas merupakan candaan.

Dalam perbincangan kecil, Macron nampaknya mengatakan meja itu tidak akan rusak meski ada kaki yang ditumpangkan di atasnya, dan ternyata dilakukan oleh Johnson.

Keduanya kemudian melangsungkan perbincangan pribadi di mana Macron menuturkan, Inggris dan Uni Eropa tak bisa mendapat kesepakatan baru soal Brezit dalam 30 hari ke depan.

Macron juga menjelaskan pengaturan perbatasan Irlandia, yang ingin dihapus Johnson dari perjanjian Brezit saat ini, merupakan "jaminan asli yang sangat diperlukan".

Menyusul pertemuan di Paris, pengganti Theresa May itu langsung berkicau di Twitter untuk meneruskan Brezit demi kepentingan kedua belah pihak.

"Mari meneruskannya dengan meningkatkan kemitraan serta persahabatan di antara kedua negara," lanjut PM sekaligus Ketua Partai Konservatif sejak Juli 2019 itu.

Pernyataan itu ditanggapi Macron juga di Twitter. Dalam pandangannya, hubungan antara Perancis dan Inggris begitu erat dan tidak bisa diganggu gugat.

"Dalam keputusan Anda untuk mengunjungi Paris Tuan Johnson, saya melihat perlunya bagi kita berdua meneruskan relasi khusus ini. Mari bekerja bersama!" ujarnya.

Baca juga: Saat Pemimpin Partai Brexit Mencerca Keluarga Kerajaan Inggris dalam Pidatonya...

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Sky News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X