Hindari Kerusuhan, Otoritas India Tahan 4.000 Warga Kashmir

Kompas.com - 19/08/2019, 17:55 WIB
Seorang petugas keamanan berpatroli di Srinagar, Kashmir, yang sepi sejak diberlakukannya penguncian dan pembatasan berat. AFP / PUNIT PARANJPESeorang petugas keamanan berpatroli di Srinagar, Kashmir, yang sepi sejak diberlakukannya penguncian dan pembatasan berat.

KASHMIR, KOMPAS.com - Ribuan warga Kashmir dilaporkan telah ditahan otoritas India sejak dihapuskannya status otonomi khusus wilayah itu, dua pekan lalu.

Penahanan ribuan orang tersebut karena kekhawatiran akan terjadinya kerusuhan menyusul keputusan penghapusan status otonomi khusus wilayah Kashmir, menurut sumber pemerintah India kepada AFP.

Disampaikan salah seorang hakim, yang berbicara dengan syarat anonimitas, setidaknya 4.000 orang telah ditahan di bawah Undang-Undang Keamanan Publik (PSA), yang kontroversial karena memungkinkan pihak berwenang melakukan penahanan terhadap seseorang hingga dua tahun tanpa perlu melalui proses pengadilan.

"Sebagian besar dari mereka dipindahkan ke penjara di luar Kashmir karena penjara di sini sudah melebihi kapasitas," kata hakim tersebut dikutip AFP, Senin (19/8/2019).

Baca juga: India Kecam Campur Tangan Dunia Internasional dalam Masalah Kashmir

Angka tersebut, menurut hakim itu, diperoleh dari informasi yang dikumpulkannya dari rekan-rekannya di seluruh wilayah Himalaya, menggunakan telepon satelit, yang diberikan kepada pejabat menyusul pemutusan layanan komunikasi dan penguncian oleh pihak berwenang.

Pihak berwenang selama ini terus menolak memberikan jumlah pasti orang-orang yang ditahan, selain membenarkan bahwa lebih dari 100 politisi lokal, aktivis, dan akademisi telah ditahan dalam beberapa hari pertama pascapenghapusan status otonomi khusus Kashmir.

Beberapa penahanan disebut sebagai upaya preventif untuk menghindari pelanggaran perdamaian di wilayah yang selama tiga dekade telah memerangi pemberontakan bersenjata.

"Mereka yang ditahan termasuk mantan menteri utama Mehbooba Mufti dan Omar Abdullah," kata sumber.

Baca juga: PM Pakistan Tuding India Rencanakan Aksi Militer ke Wilayah Kashmir

Sementara itu, juru bicara pemerintah Jammu dan Kashmir, Rohit Kansal, mengatakan, tidak ada data angka terpusat untuk jumlah orang yang telah ditahan.

Namun sejumlah sumber pejabat pemerintah di kota utama Kashmir, Srinagar, termasuk polisi dan personel keamanan, mengonfirmasi adanya penangkapan secara besar-besaran.

"Sekitar 6.000 orang menjalani pemeriksaan medis di sejumlah tempat di Srinagar setelah mereka ditahan," kata seorang pejabat polisi kepada AFP.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Internasional
Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Internasional
'Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas'

"Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas"

Internasional
Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Internasional
Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Internasional
China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

Internasional
Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Internasional
Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X