India Kecam Campur Tangan Dunia Internasional dalam Masalah Kashmir

Kompas.com - 17/08/2019, 12:25 WIB
Petugas keamanan India berjaga-jaga di jalanan yang sepi di wilayah Kashmir yang dalam status penguncian dan pemberlakukan jam malam, pada Kamis (8/8/2019). AFP / TAUSEEF MUSTAFAPetugas keamanan India berjaga-jaga di jalanan yang sepi di wilayah Kashmir yang dalam status penguncian dan pemberlakukan jam malam, pada Kamis (8/8/2019).

NEW DELHI, KOMPAS.com - Pemerintah India menyampaikan kekesalannya atas intervensi yang dilakukan negara lain dan badan internasional dalam kasus Kashmir.

Pemerintah India untuk pertama kalinya dalam lima dekade terakhir akhirnya menghadiri pertemuan dengan Dewan Keamanan PBB pada Jumat (16/8/2019), untuk membahas masalah wilayah Kashmir yang disengketakan.

Dalam pertemuan itu, duta besar India untuk PBB, Syed Akbaruddin, mengutarakan kekesalannya atas bantuan serta saran-saran yang datang dari pihak luar, termasuk negara-negara asing maupun badan internasional.

Baca juga: India Peringatkan Pakistan, Masalah Kashmir adalah Urusan Dalam Negeri

"Kami tidak perlu badan-badan internasional yang sibuk untuk mencoba memberi tahu kami bagaimana cara mengatur hidup kami."

"Kami adalah lebih dari satu miliar orang," ujar Akbaruddin, usai pertemuan dengan Dewan Keamanan PBB, yang diajukan oleh Pakistan dan China.

Desakan juga datang dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyerukan kepada India dan Pakistan untuk kembali ke meja perundingan.

Trump juga menyampaikan kepada Perdana Menteri Pakistan Imran Khan akan pentingnya mengurangi ketegangan di perbatasan di pegunungan Himalaya itu.

Baca juga: PM Pakistan Tuding India Rencanakan Aksi Militer ke Wilayah Kashmir

Pertemuan membahas masalah Kashmir di Dewan Keamanan PBB terakhir kali digelar pada 1971. Dalam pertemuan, Jumat (16/8/2019), dihadiri perwakilan India dan Pakistan.

Duta besar Pakistan untuk PBB, Maleeha Lodhi, memuji pertemuan itu sebagai bukti bahwa masalah Kashmir adalah sengketa yang diakui internasional.

"Suara dari orang-orang Kashmir yang diduduki telah didengar hari ini oleh forum diplomatik tertinggi dunia," kata Maleeha kepada wartawan dan dikutip AFP.

Halaman:


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X