Pasukan Haftar Klaim Serangannya Hantam Pangkalan Udara di Misrata

Kompas.com - 07/08/2019, 18:11 WIB
Tentara Nasional Libya (LNA) ketika berjaga kota selatan Sebha Maret lalu. AFP via BBCTentara Nasional Libya (LNA) ketika berjaga kota selatan Sebha Maret lalu.

TRIPOLI, KOMPAS.com - Pasukan yang setia kepada Jenderal Khalifa Haftar mengklaim telah melancarkan serangan udara pada Selasa (6/8/2019) pagi yang menghantam pangkalan udara milik militer Libya di Misrata.

Stasiun televisi pro-Haftar, Libya Al-Hadath, melaporkan sebuah pesawat udara Ilyushin milik Turki telah hancur akibat serangan yang menghantam pangkalan udara Misrata.

Tayangan televisi itu menampilkan sebuah rekaman dari serangan udara tersebut, namun keasliannya tidak dapat diverifikasi.

"Angkatan udara kami telah melakukan beberapa serangan terhadap pangkalan udara Misrata, yang menargetkan pertahanan anti-udara, termasuk pesawat pengangkut amunisi, drone, dan rudal milik Turki," kata Tentara Nasional Libya ( LNA) dalam sebuah pernyataan di Facebook.

Baca juga: Pasukan Haftar Akui Lancarkan Serangan Udara ke Kamp Migran di Libya

Pasukan yang setia terhadap Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB, tidak segera mengonfirmasi maupun menyangkal laporan mengenai serangan itu.

Pasukan Haftar telah mulai melancarkan serangan untuk merebut kendali ibu kota Tripoli dari GNA sejak April lalu.

Namun upaya itu mendapat perlawanan kuat dari pasukan GNA yang dibantu kelompok milisi, termasuk Misrata.

Banyak tentara pemerintah yang paling siap dan paling berpengalaman berasal dari Misrata, yang berada di sebelah timur ibu kota Libya.

Turki dan Qatar telah menjadi pendukung utama pemerintah GNA, sementara Mesir, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab lebih condong memberikan dukungan kepada Haftar.

Baca juga: Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Serangan udara pada Selasa lalu terjadi sehari setelah GNA dan seorang pejabat setempat melaporkan kematian setidaknya 42 orang dalam serangan yang menargetkan pertemuan balai kota di Libya selatan.

Puluhan lainnya terluka dalam serangan pada Minggu (4/8/2019) malam yang menurut GNA juga dilancarkan oleh pasukan Haftar.

Utusan PBB Ghassan Salame telah berulang kali mengecam peningkatan kekerasan yang terjadi antara kedua kubu yang berselisih dan menyerukan untuk dilakukannya negosiasi.

Pekan lalu Salame mengusulkan gencatan senjata untuk menghormati Hari Raya umat Muslim, Idul Adha, yang akan dimulai pada Sabtu (10/8/2019) mendatang.

Lebih dari 1.100 orang telah tewas dalam perang untuk memperebutkan Tripoli itu, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dengan lebih dari 5.000 lainnya luka-luka dan lebih dari 100.000 orang terlantar akibat pertempuran.

Baca juga: Demi Danai Pasukannya, Jenderal Khalifa Haftar Berutang Rp 354 Triliun

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kerusuhan India: Kisah Pria yang Dipukuli karena Berjenggot dan Pakai Gamis

Kerusuhan India: Kisah Pria yang Dipukuli karena Berjenggot dan Pakai Gamis

Internasional
Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Internasional
Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Internasional
Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Internasional
23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

Internasional
Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Internasional
Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Internasional
Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Internasional
Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Internasional
Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Internasional
Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk 'Wuhannya Italia', di Tengah Wabah Virus Corona

Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk "Wuhannya Italia", di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Internasional
Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Internasional
Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X