Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Kompas.com - 23/07/2019, 16:28 WIB
Anak-anak melihat pesawat tempur Libya milik pasukan pro-Haftar, yang mendarat darurat jalanan di Tunisia, Senin (22/7/2019). AFP / FATHI NASRIAnak-anak melihat pesawat tempur Libya milik pasukan pro-Haftar, yang mendarat darurat jalanan di Tunisia, Senin (22/7/2019).

MEDENINE, KOMPAS.com - Sebuah pesawat tempur Libya milik pasukan Khalifa Haftar melakukan pendaratan darurat di ruas jalan di negara tetangga, Tunisia, pada Senin (22/7/2019).

Pesawat tersebut sedang dalam misi pengintaian dan patroli saat tiba-tiba mengalami kendala teknis yang memaksa untuk melakukan pendaratan darurat.

Pesawat tempur L-39 Albatros tersebut mendarat darurat di Tunisia selatan, demikian pernyataan pemerintah Haftar yang berbasis di Libya timur.

Diberitakan AFP, Kementerian Pertahanan Tunisia mengatakan, jet tempur itu melakukan pendaratan darurat pada Senin pagi di sebuah ruas jalan di dekat kota Medenine, sekitar 100 kilometer dari perbatasan dengan Libya.

Baca juga: Pasukan Haftar Akui Lancarkan Serangan Udara ke Kamp Migran di Libya

"Kementerian awalnya memobilisasi jet tempur untuk mencegat dan mengidentifikasi pesawat, namun kemudian pesawat tempur itu harus melakukan pendaratan darurat," kata kementerian.

Ditambahkan bahwa seorang kolonel berada di dalam pesawat tempur Libya tersebut.

Insiden yang tidak biasa itu tak pelang langsung mengundang warga, termasuk anak-anak untuk melihat dari dekat dan berkumpul di sekitar lokasi pendaratan darurat. Sementara pilot terlihat berbicara dengan pihak berwenang Tunisia.

"Kami melihat ada dua pesawat terbang sekitar pukul 07.15 pagi. Kemudian salah satu dari pesawat itu mendarat di sini," ujar salah seorang penduduk setempat kepada AFP.

Menurut laporan seorang fotografer AFP dari lokasi pendaratan, jet tempur Libya itu mengangkut dua buah bom. Pihak berwenang pun segera menutup pesawat yang masih terparkir di tepi jalan umum itu dengan terpal.

Pemerintahan Kesepakatan Nasional Libya (GNA) yang diakui secara internasional dan memerintah di Tripoli, juga mengonfirmasi bahwa jet tempur tersebut adalah milik pasukan pro-Haftar.

Baca juga: Korban Jiwa Capai 1.000 Orang, PBB Desak Gencatan Senjata di Libya

Pasukan Tentara Nasional Libya (LNA) yang mendukung Jenderal Khalifa Haftar, dan memerintah di timur negara itu, melancarkan serangan untuk merebut Tripoli sejak April lalu.

Lebih dari 1.000 orang telah tewas dalam perang untuk memperebutkan Tripoli itu, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan lebih dari 100.000 orang lainnya terlantar akibat pertempuran.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X