Trump Ingin Perjanjian Nuklir yang Baru Cantumkan Rusia dan China

Kompas.com - 03/08/2019, 09:29 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin ketika berjabat tangan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di selam KTT G20 di Osaka, Jepang, pada Jumat (28/6/2019). AFP/BRENDAN SMIALOWSKIPresiden Rusia Vladimir Putin ketika berjabat tangan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di selam KTT G20 di Osaka, Jepang, pada Jumat (28/6/2019).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump menegaskan, dia ingin nama Rusia dan China masuk ke dalam perjanjian nuklir era Perang Dingin yang baru.

Komentarnya muncul setelah Washington resmi menarik diri dari kesepakatan bernama Perjanjian Nuklir Jarak Pendek (INF), dan memunculkan ketakutan akan perlombaan senjata baru.

Dilansir BBC Sabtu (3/8/2019), Trump mengatakan dia sudah berbicara kepada China dan Rusia mengenai usulannya itu. "Keduanya merespons dengan sangat tertarik," ujarnya.

Baca juga: Putin Tanda Tangani Penangguhan Partisipasi Rusia dari Perjanjian Nuklir Era Perang Dingin


Berdasarkan perjanjian yang diteken antara AS dengan Uni Soviet pada 1987 silam itu, kedua negara dilarang mengembangkan rudal dengan jarak 500-5.500 km.

Penarikan AS dari INF Jumat (2/8/2019) terjadi setelah mereka menuduh Kremlin sudah melakukan pelanggaran dengan menempatkan rudal penjelajah terbaru.

AS menyebut rudal penjelajah yang dimaksud adalah tipe 9M729, dikenal juga dengan kode NATO SSC-8. NATO pun memberikan dukungan atas klaim itu, dan segera dibantah Rusia.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menuding Rusia bertanggung jawab atas kolapsnya INF, dan mengklaim mereka sudah mendapat dukungan penuh dari NATO.

"Dengan dukungan penuh NATO, AS yakin bahwa Rusia sudah melanggar kewajiban mereka dalam perjanjian itu. Maka kami juga akan melakukan hal yang sama," tegasnya.

Trump kemudian ditanya apakah pemerintahannya bakal berusaha menghindari perlombaan senjata baru buntut runtuhnya INF. Dia menjawab telah berbicara kepada Rusia.

Dia mengklaim mereka mendiskusikan bagaimana cara mencari solusi atas perjanjian nuklir itu. "Kami tentu harus memasukkan China dalam beberapa titik," katanya.

Presiden 73 tahun itu melanjutkan bahwa INF merupakan kesepakatan bagus bagi dunia. Karena itu, pembaruan kesepakatan dengan adanya China bakal terjadi.

"China sangat, sangat tertarik akan ide ini. Begitu juga dengan Rusia. Jadi, saya kira kami akan mendapat titik temu dalam beberapa isu," terangnya.

Pada Februari lalu, Trump sudah mencanangkan 2 Agustus sebagai tenggat waktu jika Moskwa tidak memenuhi permintaan yang ditentukan baik oleh AS maupun NATO.

Sebagai balasannya, Presiden Rusia Vladimir Putin kemudian mengumumkan mereka juga akan menggugurkan kewajiban mereka dalam perjanjian nuklir itu tak lama sesudah pernyataan Trump.

Baca juga: AS Resmi Tinggalkan Pakta Nuklir Era Perang Dingin dengan Rusia

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Baku Tembak 'Panas' di New Jersey | 2 Pasal Pemakzulan Trump Dirilis

[POPULER INTERNASIONAL] Baku Tembak "Panas" di New Jersey | 2 Pasal Pemakzulan Trump Dirilis

Internasional
Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Internasional
Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X