Putin Tanda Tangani Penangguhan Partisipasi Rusia dari Perjanjian Nuklir Era Perang Dingin

Kompas.com - 04/03/2019, 22:46 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin. AFP / SERGEI CHIRIKOV / POOLPresiden Rusia Vladimir Putin.

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia telah secara resmi menangguhkan keikutsertaannya dalam kesepakatan nuklir era perang dingin, yang disebut Perjanjian Nuklir Jarak Menengah (INF).

Hal tersebut menyusul Presiden Vladimir Putin yang menandatangani dekret keputusan penangguhan, tepat 30 hari sejak pernyataan lisannya yang menanggapi keputusan AS yang terlebih dahulu melakukan hal serupa.

"Presiden Vladimir Putin telah menandatangani sebuah dekret mengenai penangguhan partisipasi Rusia dalam perjanjian antara USSR dengan AS," kata Kremlin dalam sebuah pernyataan, Senin (4/3/2019).

Kremlin menambahkan, langkah penangguhan itu sebagai tanggapan atas "pelanggaran" yang dilakukan AS terhadap kewajibannya di bawah perjanjian tersebut.

Baca juga: Ikuti AS, Putin Tangguhkan Perjanjian Nuklir Era Perang Dingin

Moskwa maupun Washington saling tuding sebagai pihak yang melakukan pelanggaran perjanjian INF, yang ditandatangani antara AS dengan Uni Soviet pada 1987.

Berawal dari inisiatif Presiden Ronald Reagan dan Pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev, perjanjian itu mengakhiri perlombaan senjata yang meresahkan Eropa.

Dalam perjanjian INF, kedua negara dilarang mengembangkan rudal berhulu ledak nuklir yang bisa menempuh jarak 500 sampai 5.500 km.

Presiden AS Donald Trump pada awal Februari lalu telah mengumumkan memulai proses untuk menarik diri dari kesepakatan itu dalam waktu enam bulan.

Sehari berselang setelah pengumuman Trump, Putin menanggapi dengan berencana turut menangguhkan partisipasinya.

Para pemimpin Eropa telah menyuarakan kekhawatirannya atas konsekuensi dari jatuhnya perjanjian itu dan meminta Rusia untuk bertindak bertindak mengatasi kekhawatiran sebelum AS benar-benar meninggalkannya di bulan Agustus.

Moskwa juga menyatakan keprihatinan bahwa keputusan Washington menarik diri dari INF dapat membahayakan rencana perpanjangan perjanjian New START, yang membatasi jumlah hulu ledak nuklir antara AS dengan Rusia yang akan berakhir 2021.

Baca juga: Jika AS Keluar dari Perjanjian Nuklir, Rusia Sudah Siap Lomba Senjata



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X