Terduga Pelaku Bom Thailand yang Meledak Saat Pertemuan ASEAN Ditangkap

Kompas.com - 02/08/2019, 18:35 WIB
Dua orang anggota tim gegana kepolisian Thailand melakukan penyisiran setelah ditemukan adanya bom kecil di Bangkok pada Jumat (2/8/2019). REUTERS/SOE ZEYA TUNDua orang anggota tim gegana kepolisian Thailand melakukan penyisiran setelah ditemukan adanya bom kecil di Bangkok pada Jumat (2/8/2019).

BANGKOK, KOMPAS.com - Polisi menyatakan, terduga pelaku bom yang meledak di Bangkok, Thailand, dan terjadi ketika pertemuan Organisasi Asia Tenggara (ASEAN) ditangkap.

Total terdapat tujuh bom yang diketahui oleh polisi, dengan enam di antaranya meledak di tiga lokasi, dan menyebabkan empat orang mengalami luka-luka.

Dua pelaku bom Thailand itu ditangkap setelah kabel dan bantalan bola ditemukan dalam alat tidak aktif di luar markas polisi Kamis malam (1/8/2019), dan disebut berkaitan.

Baca juga: Polisi: 6 Bom Bangkok yang Meledak Dikendalikan oleh Timer

Kepala Polisi Jakthip Chaijinda menuturkan dua terduga pelaku berasal dari "Selatan Dalam". Yakni kawasan mayoritas Muslim yang punya sejarah 15 tahun pemberontakan.

"Namun, terlalu awal jika menyebut kejadian itu ada hubungannya dengan pemberontakan," tegas Chaijinda sebagaimana diberitakan kantor berita AFP Jumat (2/8/2019).

Sementara Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha kepada awak media mengatakan, mereka belum mempertimbangkan motifnya. "Hari ini, ada sembilan aksi peledakan yang sukses," terangnya.

Thailand yang mempunyai sejarah suram terkait kekerasan politik dan memerangi pemberontakan di wilayah selatan masih terbagi sejak pemilu kontroversial yang mengembalikan junta militer ke tampuk kekuasaan Maret lalu.

Jika ditemukan adanya koneksi tentang ledakan bom ke pemberontakan bakal menjadi alarm di Thailand yang masih belum menengkang konflik yang menelan 7.000 orang tewas.

Ledakan di Bangkok diyakini merupakan usaha untuk mempermalukan pemerintah selama jadi tuan rumah pertemuan ASEAN tanpa bermaksud menimbulkan korban besar.

Sebab, Konferensi Menteri Luar Negeri ASEAN itu juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) MIke Pompeo di mana ledakan bom terjadi jelang pidato utamanya.

Halaman:


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X