Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/08/2019, 15:08 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - Militer China merilis sebuah video propaganda yang memperlihatkan latihan pasukan bersenjata dalam menanggapi aksi unjuk rasa.

Video berdurasi tiga menit itu diunggah ke media sosial pada Rabu (31/7/2019), di tengah ketegangan yang meningkat di Hong Kong, menyusul serangkaian aksi unjuk rasa massa pro-demokrasi yang berulang kali berakhir ricuh.

Video yang diunggah pasukan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) di Hong Kong itu disertai keterangan yang menyatakan "kepercayaan diri" dan "kemampuan" untuk menjaga keamanan di kota semi-otonom di selatan daratan China.

"Kami percaya diri dan mampu mempertahankan kedaulatan nasional, keselamatan, kepentingan pembangunan, dan menjaga kemakmuran dan stabilitas Hong Kong dalam jangka panjang," tulis keterangan video.

Baca juga: Unjuk Rasa Anti-Triad di Hong Kong Berakhir Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Dalam video tersebut turut menampilkan aksi pasukan PLA yang menggunakan helikopter, peluncur roket, tank, serta perangkat keras militer lainnya, dalam menanggapi sebuah aksi protes di Hong Kong.

Turut ditampilkan aksi pasukan bersenjata lengkap yang menjalani latihan anti-terorisme, serta pasukan anti-huru hara yang menggunakan meriam air untuk membubarkan massa pengunjuk rasa.

"Seluruh konsekuensi adalah risiko Anda sendiri," teriak salah seorang tentara di video, menggunakan pengeras suara di awal video latihan, dalam bahasa Kanton, yang banyak digunakan di Hong Kong.

Pasukan PLA mengenakan helm, membawa perisai panjang, dan berbaris sambil memegang tongkat pemukul, menyusun barikade kawat berduri, dan mengacungkan senapan serbu.

Turut diperlihatkan sebuah spanduk merah yang dibawa petugas, yang bertuliskan, "Peringatan, berhenti menyerang atau kami akan menggunakan kekuatan".

Baca juga: Pengunjuk Rasa dan Polisi Hong Kong Bentrok di Dekat Kantor Penghubung Beijing

Video latihan berakhir dengan pasukan bersenjata yang mengawal pengunjuk rasa yang ditahan, dengan tangan terikat di belakang badan, dan dibawa ke daerah yang ditunjuk sebagai "titik penahanan".

Video propaganda itu dirilis pada hari yang sama dengan saat puluhan orang yang ditahan selama aksi protes massa di Hong Kong, muncul di hadapan pengadilan dan didakwa dengan tindakan "kerusuhan" karena keterlibatan mereka dalam protes anti-pemerintah pada akhir pekan lalu.

Aksi protes massa itu dimulai hampir dua bulan lalu, ketika banyak orang turun ke jalan untuk menghentikan upaya pemerintah dalam memperkenalkan Undang-Undang Ekstradisi.

Protes berkembang menjadi gerakan menuntut reformasi demokratis dan mengakhiri pengikisan kebebasan, dalam tantangan paling signifikan terhadap pemerintahan Beijing sejak penyerahan dari Inggris pada 1997.

Beijing sebagian besar telah mempercayakan penanganan kerusuhan kepada pemerintah kota Hong Kong.

Baca juga: Polisi Gunakan 55 Kaleng Gas Air Mata Bubarkan Massa Unjuk Rasa di Hong Kong

Meskipun pada Selasa lalu, Beijing telah meningkatkan retorikanya dengan juru bicara Kantor Urusan Hong Kong dan Makau, Yang Guang, menggelar konferensi pers yang jarang.

"Tidak ada masyarakat yang beradab atau masyarakat hukum yang akan mentolerir kekerasan yang merajalela," kata juru bicara itu, kepada wartawan di Beijing.

Video propaganda militer China itu dirilis selang beberapa hari menyusul bentrokan dalam aksi unjuk rasa di Hong Kong, akhir pekan lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber AFP,SCMP
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.