Mahasiswa China Bentrok dengan Massa Pro Hong Kong di Universitas Queensland Australia

Kompas.com - 24/07/2019, 18:33 WIB
Kolase gambar dari Twitter mahasiswa Universitas Queensland Australia bernama Nilsson Jones memperlihatkan suasana aksi protes antara mahasiswa pendukung Hong Kong dengan pro-China sebelum terjadi bentrok. Twitter/@nilssonjones_ via The GuardianKolase gambar dari Twitter mahasiswa Universitas Queensland Australia bernama Nilsson Jones memperlihatkan suasana aksi protes antara mahasiswa pendukung Hong Kong dengan pro-China sebelum terjadi bentrok.

BRISBANE, KOMPAS.com - Mahasiswa pendukung China dengan massa pro Hong Kong dilaporkan terlibat bentrok di Universitas Queensland, Australia, terkait UU Ekstradisi yang kontroversial.

Aksi protes yang diatur oleh mahasiswa Hong Kong itu bertepatan dengan hari pasar kampus, dengan bentrok terjadi pada pukul 13.00 waktu setempat.

Editor majalah kampus Semper Floreat Nilsson Jones mengungkapkan, semuanya dimulai ketika 50 siswa pro Hong Kong daratan sampai di kedai kopi.

Baca juga: Beijing Peringatkan AS dan Inggris Tak Turut Campur Urusan Hong Kong


Dilansir news.com.au Rabu (24/7/2019), mereka duduk di salah satu kedai kopi kampus dan membawa selebaran maupun spanduk. "Saat itu, suasananya masih tenang," kata Jones.

Suasananya berubah tegang ketika sekelompok mahasiswa pendukung China datang dan membawa speaker. Mereka kemudian mulai menyetel lagu kebangsaan maupun propaganda Partai Komunis.

Kepada The Guardian, Jones menceritakan tensi memanas dengan cepat setelah salah satu mahasiswa pendukung China tiba-tiba merebok selebaran.

Selebaran yang disobek mahasiswa itu berisi dukungan maupun kritikan terhadap perlakuan yang dilakukan pemerintah China terhadap etnis Muslim di Uighur.

"Terdapat tanda seperti 'satu juta Muslim ditahan' atau 'Bebaskan Hong Kong'. Tensi berubah ketika mahasiswa China sampai dan mulai menyobek tanda itu.

Aksi protes yang dilakukan oleh kedua kubu hanya dijaga oleh sedikit petugas keamanan dari kampus. Karena itu, bentrokan pun tidak terelakkan.

Jones mengaku melihat ada mahasiswa penentang China yang dipukul dan didorong hingga jatuh ke tanah. Kemudian ada juga yang menghantamkan gelas minumnya ke kepala pendemo lain.

"Ada petugas keamanan yang sampai digigit oleh salah satu massa pendukung China," kata Jones yang sempat merekam dan mengunggah beberapa momen itu di Twitter.

Dia memprediksi ada sekitar 50 mahasiswa Hong Kong dengan 100 atau lebih siswa dari Australia yang mendukung mereka, berhadapan dengan 200 pro-China.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Internasional
Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Internasional
'Ulama' ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

"Ulama" ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

Internasional
AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

Internasional
Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X