Mendarat Darurat di Tunisia, ke Mana Jet Tempur Pasukan Haftar Akan Dikembalikan?

Kompas.com - 24/07/2019, 15:27 WIB
Anak-anak melihat pesawat tempur Libya milik pasukan pro-Haftar, yang mendarat darurat jalanan di Tunisia, Senin (22/7/2019). AFP / FATHI NASRIAnak-anak melihat pesawat tempur Libya milik pasukan pro-Haftar, yang mendarat darurat jalanan di Tunisia, Senin (22/7/2019).

TUNIS, KOMPAS.com - Sebuah pesawat tempur Libya milik pasukan yang setia dengan Jenderal Khalifa Haftar melakukan pendaratan darurat di Tunisia, pada Senin (22/7/2019).

Kini pemerintah Tunisia, yang selama ini menjaga sikap netral terhadap konflik yang terjadi di Libya, dihadapkan pada pilihan antara mengembalikan pesawat tersebut kepada pasukan Tentara Nasional Libya (LNA) atau Pemerintahan Kesepakatan Nasional Libya (GNA) yang diakui internasional.

Pesawat tempur L-39 Albatros tersebut mendarat darurat di Tunisia selatan, di sebuah ruas jalan di dekat kota Medenine, sekitar 100 kilometer dari perbatasan dengan Libya, pada Senin pagi.

Pesawat itu sedang dalam misi pengintaian dan patroli saat tiba-tiba mengalami kendala teknis yang memaksanya untuk melakukan pendaratan darurat.

Baca juga: Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Kementerian Luar Negeri GNA mengatakan di Facebook, Senin lalu, bahwa "komisi penghubung" telah dibentuk oleh kedutaan besarnya di Tunis untuk membahas nasib pesawat tempur tersebut.

Sementara itu, pemerintahan saingan, LNA, yang berkuasa di Libya timur mengatakan bahwa mereka juga telah melakukan kontak dengan Tunis untuk memastikan pesawat tempur mereka dapat kembali dengan aman bersama dengan pilotnya.

"Pertanyaan tentang kepada entitas mana pesawat tempur ini harus dikembalikan akan menjadi inti dari pertanyaan soal pemulihanya," kata Haykel Ben Mahfoudh, seorang pakar hukum internasional, dikutip AFP, Rabu (24/7/2019).

"Tunisia, jika telah mempertahankan posisi netral terhadap konflik di Libya, sangat tertarik untuk menghormati status GNA yang diakui oleh lembaga internasional," tambahnya.

Sementara diberitakan sebelumnya, jet tempur milik pasukan LNA itu terlihat mengangkut dua buah bom.

Baca juga: Korban Jiwa Capai 1.000 Orang, PBB Desak Gencatan Senjata di Libya

Terkait hal itu, Kementerian Pertahanan Tunisia mengatakan, militernya telah memindahkan pesawat tempur itu, dari lokasi pendaratannya di tepi jalan umum di dekat kota Medenine, ke sebuah fasilitas penyimpanan.

Seorang pilot yang menerbangkan jet tempur telah diamankan otoritas berwenang untuk dimintai keterangan, sementara dua buah bom yang diangkut di pesawatnya telah dijinakkan.

Pasukan Tentara Nasional Libya (LNA) yang mendukung Jenderal Khalifa Haftar, dan memerintah di timur negara itu, melancarkan serangan untuk merebut Tripoli sejak April lalu.

Lebih dari 1.000 orang telah tewas dalam perang untuk memperebutkan Tripoli itu, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan lebih dari 100.000 orang lainnya terlantar akibat pertempuran.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Internasional
Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Internasional
Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Internasional
Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Internasional
Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Internasional
Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Internasional
Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Internasional
Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Internasional
Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Internasional
Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Internasional
Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X