Duterte Minta Terapkan Lagi Hukuman Mati bagi Pengedar Narkoba dan Perampok

Kompas.com - 22/07/2019, 20:51 WIB
Rodrigo DuterteAP/Bullit Marquez Rodrigo Duterte

MANILA, KOMPAS.com - Presiden Rodrigo Duterte meminta kepada Kongres Filipina supaya menerapkan kembali hukuman mati bagi para pengedar narkoba serta perampok.

Pernyataan itu dia sampaikan setelah perang melawan barang haram yang dia canangkan sejak 2016 silam menuai banyak kecaman dari komunitas internasional.

Baca juga: Wapres Filipina Dituduh Ingin Gulingkan Presiden Duterte

Didukung popularitas yang tinggi serta sekutu yang duduk di lembaga negara, Duterte menggunakan pidato kenegaraan tahunan untuk mendesak adanya tindakan tegas.


"Dengan hormat, saya meminta kepada Kongres supaya membuka kembali hukuman mati bagi pengedar narkoba dan juga perampok," katanya dilansir AFP Senin (22/7/2019).

Presiden berjuluk The Punisher itu juga menuturkan kejahatan lain yang patut mendapatkan hukuman tegas adalah korupsi yang dianggapnya sudah menjalar.

"Rekan saya sesama warga negara, ini adalah komentar menyedihkan di mana kita tak bisa membedakan kebutuhan dan keserakahan maupun prasangka kita," tegas Duterte.

Kampanye anti-narkoba yang disebut sudah menelan nyawa ribuan orang itu mendapat perhatian baik dari Badan HAM PBB maupun Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

Bahkan, ICC sudah melakukan penyelidikan awal untuk membuktikan apakah terjadi pembunuhan ekstrayudisial. Dalam pidatonya, Duterte menyinggung isu itu.

"Duterte, pembunuhan ekstrayudisial, dilaporkan ke ICC," tuturnya. Dia berkelakar jika ICC menyediakan sel hangat maupun tak membatasi kunjungan suami istri, dia bakal memakluminya.

Pada pemilu sela pertengahan Mei lalu, sekutu Digong, panggilan sang presiden, mendapatkan kendali atas Senat yang sempat menghentikan keinginannya membawa kembali hukuman mati.

Sekutu Duterte seperti putri mendiang diktator Filipina Ferdinand Marcos maupun para pendukung kampanye anti-narkoba menyatakan mereka bakal membawa hukuman tersebut.

Lebih lanjut, dia juga mengomentari tingginya dukungan yang dialamatkan kepadanya. Dia mengklaim tingkat penolakan terhadap dia hanya tiga persen.

"Ini menginspirasi saya sekaligus menumbuhkan tekad bahwa kami bisa menyelesaikan pekerjaan yang telah kami mulai," beber mantan Wali Kota Davao itu.

Baca juga: Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Konvoi Militer Turki Diserang Suriah, 3 Warga Sipil Tewas

Konvoi Militer Turki Diserang Suriah, 3 Warga Sipil Tewas

Internasional
WNI di Denmark Rela Tempuh Perjalanan 5 Jam demi Ikut Upacara 17 Agustus

WNI di Denmark Rela Tempuh Perjalanan 5 Jam demi Ikut Upacara 17 Agustus

Internasional
Tandai Peringatan 17 Agustus di Italia, KBRI Roma Pukul Gong

Tandai Peringatan 17 Agustus di Italia, KBRI Roma Pukul Gong

Internasional
3.500 Pengungsi Rohingya di Bangladesh Dibebaskan untuk Kembali ke Myanmar

3.500 Pengungsi Rohingya di Bangladesh Dibebaskan untuk Kembali ke Myanmar

Internasional
Taiwan Tawarkan Suaka bagi Peserta Demo Hong Kong, China Marah

Taiwan Tawarkan Suaka bagi Peserta Demo Hong Kong, China Marah

Internasional
Iran Peringatkan AS Tak Usik Kapal Tankernya yang Dibebaskan Gibraltar

Iran Peringatkan AS Tak Usik Kapal Tankernya yang Dibebaskan Gibraltar

Internasional
Ditanya Kenapa Masih Pertahankan Pasukan di Afghanistan, Trump: Kami Seperti Polisi

Ditanya Kenapa Masih Pertahankan Pasukan di Afghanistan, Trump: Kami Seperti Polisi

Internasional
Diejek Gendut Saat Ingin Es Krim, Gadis Ini Bunuh Pacar Pakai Gunting

Diejek Gendut Saat Ingin Es Krim, Gadis Ini Bunuh Pacar Pakai Gunting

Internasional
Dibebaskan Gibraltar, Kapal Tanker Iran Berlayar ke Yunani

Dibebaskan Gibraltar, Kapal Tanker Iran Berlayar ke Yunani

Internasional
Trump: Kami Tidak Ingin Afghanistan Jadi 'Laboratorium Teror'

Trump: Kami Tidak Ingin Afghanistan Jadi "Laboratorium Teror"

Internasional
5 Bulan Mengajar, Guru di Malaysia Ini Dapat 15 Surat Cinta dari Murid

5 Bulan Mengajar, Guru di Malaysia Ini Dapat 15 Surat Cinta dari Murid

Internasional
Hindari Kerusuhan, Otoritas India Tahan 4.000 Warga Kashmir

Hindari Kerusuhan, Otoritas India Tahan 4.000 Warga Kashmir

Internasional
Diputus Pacar dan Hilang Pekerjaan, Pria Ini Ancam Bunuh 100 Orang

Diputus Pacar dan Hilang Pekerjaan, Pria Ini Ancam Bunuh 100 Orang

Internasional
PM Denmark: Ketertarikan Trump Beli Greenland Itu Konyol

PM Denmark: Ketertarikan Trump Beli Greenland Itu Konyol

Internasional
Terbangun dari Koma 10 Hari, Pria Ini Lupa Tentang Hari Pernikahannya

Terbangun dari Koma 10 Hari, Pria Ini Lupa Tentang Hari Pernikahannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X