Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Kompas.com - 17/07/2019, 17:50 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. AFP PHOTOPresiden Filipina Rodrigo Duterte.

MANILA, KOMPAS.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyatakan, dirinya tidak akan pernah diadili oleh pengadilan internasional, atas dugaan pembunuhan massal dalam perang pemerintahannya melawan narkoba.

Duterte juga bersumpah tidak akan menyerah dalam tindakan keras yang dilakukan pemerintahannya dalam melawan perdagangan narkoba "hingga akhir".

Berbicara dalam wawancara televisi dengan seorang pendeta selebritas, Duterte mengatakan bahwa sistem peradilan di Filipina masih dapat bekerja dengan baik dan membiarkan dirinya diadili di pengadilan internasional akan menjadi hal yang "bodoh".

"Saya hanya akan menghadapi, diadili, atau menjalani persidangan, di pengadilan Filipina, dipimpin hakim seorang warga Filipina, dan dituntut oleh orang Filipina."

Baca juga: PBB Bakal Selidiki Dugaan Pembunuhan Massal dalam Perang Anti-Narkoba Filipina

"Saya tidak akan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh orang kulit putih Kaukasia. Anda pasti bodoh," ujarnya dalam wawancara yang disiarkan pada Selasa (16/7/2019) malam.

"Saya adalah orang Filipina. Kami memiliki pengadilan di sini. Kenapa Anda harus membawa saya ke tempat lain? Saya tidak suka itu. Saya punya negara saya, yang berfungsi dengan baik. Saya tahu itu bekerja. Keadilan bekerja dengan baik di sini," tambahnya, dikutip Reuters.

Namun lawan-lawannya berdebat sebaliknya dan mengatakan jika polisi Filipina membunuh dengan impunitas dan bahwa dengan tingkat persetujuan mencapai 80 persen, mayoritas di Kongres, dan presiden yang ditunjuk mengepalai pengadilan, komisi, dan badan investigasi, maka hampir tidak mungkin untuk memakzulkan Duterte dan mengadilinya di Filipina.

Duterte (74) sebelumnya mengatakan, dirinya sangat berkomitmen dalam perang melawan narkoba dan mengaku siap untuk diadili di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) di Den Haag atas kejahatan terhadap kemanusiaan, dan membusuk di penjara di sana.

Namun, beberapa minggu setelah jaksa penuntut ICC mengumumkan, pada Februari 2018, bahwa pemeriksaan pendahuluan sedang dilakukan terhadap pembunuhan massal tersebut, Duterte memerintahkan polisi untuk tidak bekerja sama.

Baca juga: Duterte: Saya Menyesal Jadi Presiden Filipina

Duterte pun secara sepihak membatalkan dan menarik Filipina dari keanggotaan ICC. Pemeriksaan ICC berlanjut, terlepas dari keluarnya Filipina.

Sebelumnya diberitakan, Dewan HAM PBB, pada Kamis (11/7/2019), memutuskan menggelar penyelidikan atas dugaan pembunuhan massal yang dilakukan oleh pemerintah Filipina dalam perang melawan narkoba oleh Presiden Duterte.

Pemerintah Filipina mengatakan polisi telah menewaskan sekitar 6.600 orang dalam baku tembak dengan tersangka pengedar narkoba, sejak dirinya terpilih pada 2016, dalam upaya menekan kejahatan.

Namun kelompok aktivis mengatakan jumlah korban tewas akibat tindakan keras kepolisian Filipina ini mencapai lebih dari empat kali lipatnya, yakni sekitar 27.000 orang.

Pemungutan suara untuk resolusi pertama terhadap Filipina ini dipimpin oleh Islandia dan mendapat 18 suara yang mendukung, 14 negara yang menentang, termasuk China, serta 15 anggota Dewan HAM PBB memilih abstain, termasuk Jepang.

Baca juga: Duterte Ancam Bakal Penjarakan Pihak yang Coba Memakzulkan Dirinya



Sumber Reuters
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X